Sumber: Reuters/Lee Smith
SABANEWSINDO.com – Manajer Manchester United Erik ten Hag menepis anggapan bahwa timnya berada dalam krisis. Hal itu ditegaskannya setelah timnya menang 2-1 atas Chelsea di Old Trafford, (7/12) dinihari tadi. Malahan, Ten Hag beranggapan timnya sudah bergerak ke arah yang benar.
Dua gol dari Scott McTominay memastikan kemenangan 2-1 melawan Chelsea. Capaian itu menjadi yang pertama di musim ini tim asuhan Ten Hag mengalahkan tim yang berada di 10 besar Premier League saat ini.
Bos United menerima bahwa timnya seharusnya bisa membuat segalanya lebih mudah dengan memanfaatkan lebih banyak peluang mereka. Tapi Ten Hag senang dengan hasilnya setelah beberapa hari yang sulit di mana kekalahan di Newcastle memicu spekulasi tentang kekisruhan di timnya.
“Siapa bilang kami berada dalam krisis? Bukan untuk kita,” katanya. “Kami tetap tenang. Tim berada dalam arah yang baik.
“Ini bukan sebuah frustrasi, namun kami seharusnya bisa membuat hidup kami lebih mudah [dengan mencetak lebih banyak gol]. Kami sangat dinamis, proaktif, dan berani dan kami senang dengan hal itu.”
Kemenangan tersebut merupakan kemenangan keenam United dalam delapan pertandingan liga. Ten Hag juga kabarnya melakukan sesi latihan ringan sejak kekalahan dari Newcastle, yang memunculkan anggapan bahwa beberapa pemain United menganggap mereka bekerja terlalu keras. Ten Hag menolak teori itu.
“Itu bukan hal baru,” katanya.
“Dalam program yang padat seperti ini, kami selalu berlatih sangat ringan agar para pemain tetap segar. Tim ini mampu bermain [dengan] dinamis. Ini adalah tugas kami, saya sebagai manajer dan pelatih untuk melakukannya dengan benar. .”
Ini adalah kedua kalinya musim ini McTominay mencetak dua gol di Old Trafford.
Pada kesempatan sebelumnya, ia mencetak dua gol di masa tambahan waktu untuk mengubah kekalahan dari Brentford menjadi kemenangan 2-1.
Upaya terbarunya tidak sedramatis itu. Bahkan McTominay mengakui dia seharusnya mencetak hat-trick setelah mendapat umpan dari Antony tetapi gagal untuk “tenang” karena dia salah menendang bola ke tanah.
Namun Ten Hag merasa pemain berusia 26 tahun itu bisa menjadi ancaman gol yang berguna.
“Dia bisa mencium momen saat tiba,” kata Ten Hag.
“Ini masalah organisasi. Tugas kami adalah memastikan ketika dia naik ke posisi lebih tinggi, pemain lain bermain lebih dalam. Kami harus memanfaatkan keterampilan dan atribut pemain kami.”
Baca juga: Man Utd vs Chelsea: Scott McTominay Jadi Pahlawan Kemenangan Setan Merah
Kemenangan tersebut membawa United kembali ke enam besar sebelum dua pertandingan terakhir putaran Liga Premier ini, pada hari Kamis. Hebatnya, mereka kini hanya tertinggal tiga poin dari Manchester City.
Meski Ten Hag mengatakan hal yang benar, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Bournemouth yang sedang dalam performa terbaiknya akan datang ke Old Trafford pada hari Sabtu sebelum nasib fase grup Liga Champions United ditentukan melawan Bayern Munich pada 12 Desember.
Setelah itu, lawatan ke Liverpool dan West Ham dilanjutkan dengan pertemuan dengan Aston Villa pada 26 Desember. Jika mereka berhasil melewatinya, kata-kata Ten Hag akan lebih dipercaya.