
Sumber: Instagram @manchesterunited
SABANEWSINDO.com – Erik ten Hag tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewanya terhadap pemain Manchester United usai dihajar Bournemouth dalam laga lanjutan Premier Legaue, Minggu (10/12/2023). Ia berkata kalau anak asuhnya tampil inkonsisten.
Sebelum bertemu Bournemouth, Manchester United berhasil merasakan manisnya kemenangan dari Chelsea dengan skor tipis 2-1. Hasil tersebut menunjukkan tanda bahwa the Red Devils sudah membaik.
Sayangnya, mereka gagal menampilkan performa yang apik lagi ketika bertemu Bournemouth di hadapan pendukungnya sendiri. Bermain di Old Trafford, Manchester United malah tumbang dengan skor telak 0-3.
Padahal di atas kertas, Manchester United seharusnya mampu meraih hasil maksimal. Bukan cuma karena bermain di markas sendiri, tapi juga karena Bournemouth sedang buruk dan sempat berada di papan bawah klasemen Premier League.
Ini semakin membuktikan inkonsistensi Manchester United selama musim 2023/24. Hal itu ditegaskan oleh Erik ten Hag ketika menemui awak media usai pertandingan. Ia juga bingung melihat anak asuhnya yang inkonsisten.
Baca juga: Manchester United Kalah karena Satu Kesalahan: Memandang Enteng Lawan!
“Itu pertanyaannya, tapi saya pikir kami harus selalu siap untuk pertandingan dan karenanya saya harus bertanggung jawab atas itu,” kata Erik ten Hag seperti yang dikutip oleh Goal International.
“Dari sudut pandang saya, saya kecewa degnan cara kami memulai pertandingan dan harusnya bisa lebih baik. Kami sangat inkonsisten, kami punya kemampuan untuk konsisten, tapi harus melakukannya di setiap laga dan setiap harinya.”
“Saya pikir, sebagai sebuah skuat, kami tidak cukup bagus untuk menjadi konsisten dan kami harus bekerja selayaknya sebuah skuat untuk mengembangkan itu,” lanjutnya.
Padahal, Ten Hag mengaku sudah memberikan peringatan kepada anak asuhnya untuk tampil pada level tertinggi di setiap pertandingan. Sebab jika tidak, tim-tim Premier League lainnya akan memberikan hukuman.
“Saya bilang pada hari Jumat lalu bahwa anda tidak bisa berada di liga ini jika tidak bermain pada level tertinggi sebab anda akan terbunuh. Itulah yang terjadi dalam lima menit pertama.”
“Anda membuat hidup terasa mudah buat mereka. Mereka dalam kondisi yang sempurna untuk bermain. Anda melihat tim berjuang, bertarung, berusaha dalam waktu lama tapi anda tak boleh dengan mudahnya kebobolan gol,” pungkasnya.
(Goal International)