
Sumber: Instagram @hrc_motogp
SABANEWSINDO.com – Manajer Repsol Honda, Alberto Puig, mengakui bahwa level MotoGP sekarang sudah terlalu tinggi untuk timnya. Dan timnya kesulitan untuk bisa bersaing dengan peserta lainnya.
Pada tahun 2023, beberapa tim seperti Ducati, Aprilia, dan KTM sudah menaikkan level performa motornya. Bahkan Ducati berhasil mendominasi dengan keberhasilan Francesco Bagnaia keluar sebagai juara.
Honda sendiri memiliki sosok kelas dunia seperti Marc Marquez di dalam timnya. Namun juara dunia delapan kali itu hanya bisa duduk di posisi sembilan dalam klasemen akhir, tanpa pernah sekalipun memenangkan seri.
Marquez menyadari kelemahan performa motor yang disajikan Honda dan memilih untuk pindah ke Ducati Gresini. Beberapa orang pun meyakini kalau Marquez akan semakin menggila dengan motor barunya di musim depan.
Ini kian mempertegas bahwa Honda sudah tertinggal jauh dari para pesaingnya. Itu juga diakui oleh Puig. Bahkan Puig tidak ragu untuk menyebut 2023 sebagai tahun yang baik untuk Honda.
Baca juga: Francesco Bagnaia Tertarik Untuk Hijrah Ke WSBK?
“Sangat tidak baik. Itu sudah jelas, anda tahu! Kami tidak memiliki tahun yang bisa diingat. Kami tidak pernah berhasil menemukan caranya,” kata Puig ketika berbincang dengan MotoGP.com baru-baru ini.
“Kami memulai dengan baik di Portugal dengan Marc berhasil pole position, tapi kemudian ada tabrakan, cedera, dan juga Joan masih mebncoba untuk memahami motornya. Banyak jnaik dan turun, tapi lebih banyak turunnya.”
“Kami memiliki beberapa hasil yang oke seperti di India dan Jepang. Untungnya buat fans di Jepang, Marc berhasil naik podium. Tapi dari sudut pandang tim, ini bukan tahun yang bagus buat Repsol Honda,” lanjutnya.
Beberapa waktu lalu, Marquez sempat menyuarakan rasa tidak puasnya terhadap motor yang disajikan Repsol Honda. Puig pun menyadari kelemahan ini dan ingin melakukan perubahan dari motor yang akan digunakan pada musim depan.
“Kompetitor kami membuat langkah yang sangat besar dan walaupun kami juga melangkah serta mencoba memahami titik lemah, tetap saja sulit untuk tidak mencapai target kami,” kata Puig lagi.
“Sudah jelas, level kompetitif motor kami tidak hadir. Kami harus melakukan perubahan dan mencoba untuk membuat pendekatan yang berbeda.”
“Di Jepang, mereka sedang melakukan restrukturisasi, tidak hanya orangnya, tapi cara memproses untuk mengembangkan mesin,” pungkas Puig.
(Crashnet)