
Sumber: Instagram @fcbarcelona
SABANEWSINDO.com – UEFA tak bisa berkutik lagi dalam huru-hara yang diciptakan European Super League. Pasalnya, larangan dan ancaman hukuman yang dilontarkan oleh mereka dianggap tidak sah oleh Pengadilan Uni Eropa.
Pada Jumat (22/12/2023) dini hari, Pengadilan Uni Eropa telah menyatakan bahwa larangan soal digelarnya European Super League tidak sah. Hal ini dianggap mencederai kebebasan untuk menggelar kompetisi di dunia sepak bola.
UEFA telah berulang kali menyatakan ketidaksetujuannya atas digelarnya European Super League. Sebab kompetisi itu sendiri tidak berada di bawah naungannya. Mereka pun mengancam pemain dan klub yang terlibat dengan sejumlah hukuman.
Dengan adanya keputusan dari Pengadilan Uni Eropa, A22 selaku penyelenggara bisa kembali merintis European Super League. Namun masalahnya, baru ada dua klub yang telah dipastikan ikut di kompetisi ini.
Kedua klub tersebut adalah Real Madri dan Barcelona, yang diketahui sebagai dalang utama European Super League. Sejatinya, ketika pertama kali muncul ke publik, ada 12 klub yang telah menyatakan keikutsertaannya.
Baca juga: CEO European Super League: Klub Dimonopoli oleh Diktator Selama 70 Tahun!
Namun, gagasan European Super League ditolak oleh berbagai kalangan termasuk dari fans klub-klub yang terlibat. Satu persatu klub lalu memutuskan mundur dan hanya menyisakan Real Madrid serta Barcelona.
PR besar sedang dihadapi oleh penyelenggara European Super League. Dari proposal terbaru, diketahui bahwa mereka butuh sedikitnya 64 tim untuk terlibat. Artinya, A22 harus membujuk sebanyak 62 klub lagi.
Ini tidak akan mudah. Sebab baru-baru ini, muncul kabar kalau ada 23 tim yang dipastikan menolak kehadiran European Super League. Beberapa di antaranya bahkan memiliki nama besar, seperti, Manchester United, PSG dan Bayern Munchen.
Situasi ini membuat Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, jadi tidak khawatir dengan kehadiran European Super League. Ia mempersilahkan penyelenggara untuk melanjutkan proyeknya dan berdoa agar bisa sukses, tentunya dengan nada sindiran.
“Mereka bisa membuat apapun. Saya harap mereka menjalani kompetisi indah hanya dengan dua klub saja. Saya tidak yakin apakah Real Madrid dan Barcelona tahu apa yang mereka lakukan. Sepak bola tidak untuk dijual,” katanya kepada MD.
(MD)