
Sumber: Situs resmi European Super League
SABANEWSINDO.com – European Super League dipastikan bisa digelar setelah keputusan Pengadilan Uni Eropa keluar pada Jumat (22/12/2023) kemarin. Dan kabarnya, ada beberapa klub yang mendukung kompetisi ini selain Barcelona dan Real Madrid.
Ketika pertama kali diumumkan pada tahun 2021 lalu, ada 12 klub yang diketahui siap berpartisipasi dalam ajang ini. Namun 10 klub tersebut memutuskan mundur usai mendapat tekanan dari publik.
Pasalnya, banyak yang meyakini kalau European Super League hanya akan menjadi wadah baru untuk mencari uang. Mereka berpikir bahwa kehadiran kompetisi tersebut bisa mengurangi keseruan dunia sepak bola yang dicintai.
UEFA sampai turun tangan dan mengecam European Super League. Mereka bahkan mengancam klub dan pemain yang terlibat dengan sejumlah hukuman, termasuk di antaranya soal keterlibatan dalam ajang Liga Champions.
UEFA juga melarang European Super League untuk digelar karena tidak berada di bawah naungannya. Namun larangan itu diintervensi Pengadilan Uni Eropa karena dianggap mencederai kebebasan untuk menggelar kompetisi.
Baca juga: Tolak ESL, Mikel Arteta: Arsenal Mendengarkan Keinginan Fans
Pada akhirnya, European Super League tetap dibolehkan untuk digelar. Mereka jelas membutuhkan partisipan. Tapi sejauh ini, baru Real Madrid dan Barcelona yang dipastikan ikut serta karena 12 klub telah mundur.
Beberapa dari ke-12 klub tersebut diketahui tetap menolak keberadaan European Super League. Namun menurut CEO A22 sebagai penggelar kompetisi, Bernd Reitchart, klub-klub itu tidak benar-benar menolak.
“Beri mereka waktu dan biarkan kami meyakinkan para klub. Kami akan meyakinkan mereka. Klub terbaik di Eropa. Saya janji bahwa sepak bola di zaman sekarang tidak begitu cinta dan loyal untuk mengakhiri monopoli ini,” katanya kepada COPE.
“Saya sudah berbicara dengan banyakklub hari ini, tapi kami tidak mencoba bernegosiasi untuk mendapat kesepakatan. Era lain dari dialog dimulai dan pada momen tertentu, kami akan berkomunikasi dengan klub yang membentuk Super League.”
“Kami tidak akan memaksa klub untuk berkata ‘Saya di sini’ hari ini. Kami tidak ingin menciptakan dinding. Ini aksi untuk menyatukan, bukan memisahkan.”
“Beberapa klub yang berkata ‘tidak’ hari ini telah menghubungi saya untuk menjelaskan diri mereka. Mereka berkata ‘tidak’, tapi mereka berkata ‘ini dia’,” tandas Reitchart.
(COPE)