
Sumber: Instagram @getafecf
SABANEWSINDO.com – Pada bursa transfer musim panas kemarin, Manchester United menyepakati perjanjian peminjaman Mason Greenwood ke klub asal Spanyol, Getafe. Keputusan yang tepat karena sang pemain berhasil tampil impresif di pentas La Liga.
Ini bukan kejutan besar, mengingat Greenwood memang punya potensi untuk menjadi pemain penting. Terlihat jelas dalam torehan 29 golnya di pentas Premier League musim 2019/20 dan 2020/21 lalu.
Greenwood membuat torehan impresif pada usia yang cukup belia. Sayangnya, kariernya ternodai oleh tudingan kekerasan terhadap pasangannya pada awal tahun 2022. Dengan bukti rekaman percakapan antara dirinya dan pacar.
Proses hukum berlangsung cukup lama, dan status Greenwood pun dibekukan dari tim selama periode itu. Sampai akhirnya di awal tahun 2023, kasus dihentikan dan dengan penghapusan semua tudingan yang diarahkan ke sang pemain.
Namun Manchester United tidak langsung memasukkan Greenwood ke dalam tim. Pada musim panas kemarin, pihak klub kemudian meminjamkan Greenwood ke Getafe. Sang pemain membalasnya dengan catatan impresif.
Baca juga: Masih Paceklik, Kemampuan Cetak Gol Rasmus Hojlund Tetap Tak Diragukan, Kok Bisa?
Bisa dikatakan, Greenwood adalah salah satu pemain yang paling produktif di Getafe saat ini. Ia sudah memproduksi total lima gol dan empat assist dari 15 penampilannya di semua kompetisi.
Suara-suara yang meminta Manchester United memulangkan Greenwood pun berkumandang. Apalagi, klub berjuluk the Red Devils tersebut sedang kesulitan dalam urusan mencetak gol di musim ini.
Salah satunya datang dari mantan pemain the Red Devils, Ravel Morrisson. Ia terkesan dengan salah satu potongan video penampilan Greenwood di media sosial dan berkata: “Pemain yang hebat. United harus memulangkan dia!!”
Greenwood bahkan mendapatkan pengakuan dari pemain Atletico Madrid, Antoine Griezmann. Pemain asal Prancis itu tidak memungkiri kalau Greenwood menyusahkan timnya saat bertemu Getafe pada Rabu (20/12/2023) kemarin.
“Mason Greenwood benar-benar menciptakan masalah buat kami di babak kedua. Kami tidak bisa menghentikan dan dan itu merugikan kami di dalam permainan,” kata finalis Piala Dunia 2022 tersebut.
(Mirror)