
Sumber: Instagram @juventus
SABANEWSINDO.com – Kendati telah mendapatkan izin untuk digelar, European Super League tetap mengundang sejumlah pro dan kontra. Federasi sepak bola tertinggi di Italia, FIGC, bahkan sudah menentukan cara agar peserta Serie A tidak terlibat.
Wacana soal kehadiran European Super League di tengah para pecinta sepak bola mencuat di tahun 2021. Saat diumumkan, ada 12 klub papan atas Eropa yang diketahui siap terlibat dalam kompetisi tersebut.
Dari ke-12 tim tersebut, terdapat tiga tim yang berasal dari Italia. Mereka adalah AC Milan, Inter Milan, dan Juventus, di mana yang terakhir kerap disebut sebagai salah satu pencetus kompetisi bersama Real Madrid dan Barcelona.
Ketika diumumkan ke publik, European Super League tidak mendapatkan sambutan yang positif. Sejumlah pendukung klub merasa bahwa kompetisi ini bisa mencederai sportivitas dan keseruan sepak bola.
Usai menerima tolakan dari fans, satu persatu klub yang telah menyatakan kesediaannya untuk ikut memutuskan mundur dari kompetisi. Sampai awal tahun 2023, ada 10 klub yang menarik diri. Di mana Juventus menjadi klub terakhir.
Baca juga: Resmi Perpanjang Kontrak, Gleison Bremer: Juventus adalah Keluarga Saya!
UEFA juga telah melakukan gerakan, dan menyatakan rasa tidak sukanya terhadap European Super League karena bukan kompetisi yang berada di bawah naungannya. Namun tak bisa melarang karena adanya intervensi Pengadilan Uni Eropa.
European Super League sudah pasti akan digelar, tapi belum diketahui kapan. Pihak penyelenggara masih terus mencoba membujuk klub selain Barcelona dan Real Madrid untuk ikut terlibat dan akan menemui sejumlah hadangan terjal.
Di Italia sendiri, sudah mulai ada ancaman bahwa klub peserta Serie A dilarang buat ikutan European Super League. Hal itu tertuang dalam sistem baru untuk pendaftaran kompetisi Serie A di musim depan, menurut laporan Calcio e Finanza.
Jadi, dalam persyaratan untuk ikutan, klub tidak diperkenankan untuk bergabung dengan ‘kompetisi apapun diorganisir oleh asosiasi swasta yang tidak dikenali oleh FIFA, UEFA, atau FIGC’. Ini menjadi klausul wajib.
Jika persyaratan ini gagal dipenuhi, dalam artian sebuah klub memutuskan untuk mengikuti European Super League, maka klub tersebut tidak akan mendapatkan lisensi. Artinya, mereka tak boleh ikutan Serie A 2024/25 mendatang.
(Calcio e Finanza)