
Sumber: Instagram @mosalah
SABANEWSINDO.com – Liverpool bakal membuka tahun 2024 tanpa kehadiran sang bintang, Mohamed Salah. Pemain berumur 31 tahun tersebut akan membela Timnas Mesir dalam ajang Piala Afrika yang dimulai pada bulan Januari.
Mo Salah secara konsisten menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang tidak tergantikan dalam klub asuhan Jurgen Klopp. Musim ini, ia sudah memproduksi total 16 gol dan delapan assist dari 26 penampilan di semua kompetisi.
Keberadaan Mo Salah penting dalam perjalanan Liverpool untuk merengkuh gelar Premier League. Namun sayangnya, ia tidak bisa menemani the Reds secara penuh karena harus ikut membela Timnas Mesir.
Selayaknya Liverpool, Mesir juga membutuhkan kehadiran Mo Salah di lini depan untuk mencapai targetnya, yakni menjuarai Piala Afrika. Jadi tidak heran kalau sang pemain dipanggil meski The Reds sangat membutuhkannya.
Sebagai informasi, Piala Afrika edisi kali ini digelar mulai dari tanggal 13 Januari sampai 11 Februari 2024. Jika Mesir mampu melaju sampai laga final, maka Mo Salah dipastikan absen selama satu bulan penuh.
Baca juga: Catat Rekor Baru di Liverpool: Jurgen Klopp Adalah Pakar Kemenangan Boxing Day
Musim ini, Liverpool mengikuti empat kompetisi yang berbeda: Premier League, Carabao Cup, FA Cup dan Liga Europa. Ajang terakhir baru digelar di akhir bulan Februari, tapi tiga kompetisi lainnya bakal memadati jadwal klub selama satu bulan.
Jika dihitung lagi, Mo Salah bisa melewatkan sebanyak delapan pertandingan. Ia sudah pasti tak bakal bermain saat Liverpool bertemu Arsenal di FA Cup melawna Arsenal, dan juga dua leg semifinal Carabao Cup kontra Fulham.
Lalu di ajang Premier League, Liverpool takkan ditemani Mo Salah dalam laga kontra Bournemouth, Chelsea, Arsenal dan Burnley. Dua dari keempat klub yang disebutkan bakal menjadi lawan berat the Reds.
Namun perlu dicatat bahwa Mo Salah bisa kembali lebih cepat dari tugasnya membela Timnas Mesir. Namun syaratnya, sang negara harus terhenti di tengah perjalanan mengarungi ajang Piala Afrika.
Sepertinya itu akan sulit terjadi, mengingat Mesir datang ke Piala Afrika dengan semangat juang tinggi. Mereka termotivasi untuk mengulangi kesuksesan mencapai babak final tahun lalu, dan berniat mengakhirinya dengan keluar sebagai juara kali ini.
(Goal International)