
Sumber: Instagram @bhayangkarafc
SABANEWSINDO.com – Radja Nainggolan telah memulai perjalanan kariernya di Indonesia bersama klub Liga 1, Bhayangkara FC. Ternyata, pada masa ‘bulan madu’ ini, ia sempat merasa tak nyaman karena diperlakukan terlalu spesial.
Nainggolan resmi bergabung dengan Bhayangkara FC pada akhir November 2023 lalu, menandatangani kontrak berdurasi enam bulan. Ia telah mencatatkan debutnya sebagai pengganti kala Bhayangkara bertemu Persita di bulan Desember.
Kepindahannya ke Indonesia cukup membuat heboh. Tidak heran, sebab Nainggolan sudah melanglang buana di berbagai ajang besar bersama klub papan atas Serie A seperti Inter Milan dan AS Roma.
Pengalaman tersebut rupanya membuat Nainggolan jadi mendapatkan perlakuan yang terlalu spesial. Ia bercerita soal itu baru-baru ini, dan mengaku merasa tidak nyaman. Sebab dirinya merasa sama seperti pemain-pemain lainnya.
“Mereka memperlakukan saya bak raja. Misalnya saat macet di Jakarta yang luar biasa, mereka menyarankan saya memakai pengawalan kepolisian. Saya tidak ingin hal seperti itu,” kata Nainggolan kepada Het Nieuwsblad.
Baca juga: Piala Asia 2024: Hampir Sempurna, Timnas Indonesia Anggap Jepang Sebagai Raja Terakhir
Perlakuan spesial ini juga terjadi saat dirinya menjalani sesi latihan rutin bersama tim. Ia bercerita kalau dirinya menerima permintaan maaf hanya karena pemain lain melakukan tekel dalam sesi latihan.
“Belum lama ini ada pemain yang melakukan tekel kepada saya dalam sesi latihan. Dia langsung meminta maaf. Saya selalu meminta agar bersikap biasa saja. Saya juga sama seperti anda,” lanjutnya lagi.
Pada sesi wawancara itu juga, Nainggolan menjelasan alasan mengapa dirinya memilih pindah ke Bhayangkara FC. Padahal, meski menganggur cukup lama dan sempat berpikir pensiun, ia tidak kekurangan peminat.
“Saya bisa saja bertahan di Eropa. Steven Defour pernah mengajak saya, serta menanyakan apakah KV Mechelen cocok buat saya. Tetapi, tidak ada tanda-tanda keseriusan,” lanjut pria berusia 35 tahun tersebut.
“Saya tidak meragukan tawaran dari Bhayangkara FC. Saya tidak memiliki klub selama enam bulan dan berencana gantung sepatu kalau belum mendapatkan tim sebelum akhir tahun,” tutupnya.
(Het Nieuwsblad via Bola.com)