
Sumber: Instagram @fcbarcelona
SABANEWSINDO.com – Situasi di dalam internal Barcelona sedang buruk. Para pemain dilaporkan sudah mulai meragukan kualitas Xavi Hernandez sebagai seorang pelatih.
Tidak ada yang meragukan kualitas Xavi musim lalu. Sebab, pria berdarah Spanyol itu berhasil memberikan gelar juara La Liga dan Piala Super Spanyol. Kedua trofi itu disumbangkan pada musim keduanya menjadi pelatih di Spotify Camp Nou.
Namun pada musim ini, Barcelona terlihat menunjukkan adanya grafik penurunan baik dari segi performa maupun hasil. Mereka terancam tak bisa mempertahankan gelar La Liga lantaran kesulitan bersaing dengan Real Madrid dan Girona.
Lalu, pada Senin (15/1/2024) kemarin, mereka resmi kehilangan statusnya sebagai juara bertahan Piala Super Spanyol. Mereka tumbang di tangan Real Madrid pada partai final yang digelar di Al-Awwal Stadium dengan skor telak 1-4.
Namun kekalahan dari rival bebuyutannya tersebut bukan pemantik utama kisruh yang terjadi di ruang ganti. Semuanya bermula ketika Barcelona berhasil meraih kemenangan atas Almeria pada bulan Desember lalu.
Baca juga: Dukungan Tanpa Syarat Pep Guardiola Buat Xavi Hernandez
Babak pertama tidak berjalan dengan baik, karena Barcelona gagal mempertahankan keunggulannya dan berakhir dengan skor imbang 1-1. Pada jeda, Xavi mengeluarkan kata-kata yang cukup keras kepada para pemainnya.
Seperti dua sisi pedang, sikap keras Xavi memberikan dampak yang positif dan negatif. Barcelona berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2. Namun merujuk pada laporan ESPN, beberapa pemain tidak suka dengan perlakuan sang pelatih.
Beberapa dari mereka juga mulai mempertanyakan pendekatan Xavi dan juga sejumlah keputusannya terkait pertandingan. Dan pemain yang merasa tak senang dengan perlakuan Xavi di laga kontra Almeria masih memendam perasaan hingga saat ini.
Untungnya, Xavi masih mendapatkan kepercayaan dari para petinggi klub seperti Deco dan Joan Laporta. Dan pasca kalah dari Real Madrid, ia juga mendapatkan pesan dukungan dari pelatih Manchester City, Josep Guardiola.
Xavi juga mungkin takkan dipecat meski Barcelona sedang mengalami masa naik dan turun. Ia dikontrak sampai tahun 2025, dan pemecatan bisa memberikan dampak buruk buat keuangan klub yang sedang carut-marut.
(ESPN)