
Sumber: Instagram @nicolofagioli
SABANEWSINDO.com – Nama Nicolo Fagioli muncul ke peredaran setelah Juventus memberinya kesempatan bermain pada musim lalu. Ia pun langsung diproyeksikan sebagai salah satu pilar utama di lini tengah.
Sayangnya, Juventus tidak bisa menggunakan jasanya pada musim ini. Nama Fagioli kembali terangkat, tapi bukan karena prestasi. Ia telah dinyatakan bersalah karena terlibat dalam kasus judi ilegal.
Pengadilan menjatuhkan hukuman larangan bermain untuk gelandang berumur 22 tahun tersebut selama tujuh bulan. Artinya, Fagioli tidak akan terlihat di lapangan bersama rekan-rekan setimnya sampai musim 2023/24 berakhir.
Situasi ini cukup memusingkan Juventus karena hampir berbarengan dengan kasus doping yang menghampiri pemain lainnya di sektor tengah, Paul Pogba. Hukuman paling ringan buat Pogba adalah larangan bermain selama dua tahun.
Absennya Pogba dan Fagioli membuat Juventus terpaksa mencari gelandang baru pada bulan Januari ini. Cukup sulit untuk direalisasikan, mengingat pihak klub hanya mampu melakukan transaksi peminjaman saja.
Baca juga: Akhir Pekan Ini, Juventus Bisa Salip Inter Milan di Puncak Klasemen Serie A
Lantas, bagaimana nasib Fagioli sekarang? Baru-baru ini, ia tampil di muka umum usai mendatangi Piedmont Order of Psychologist. Fagioli menjalani pertemuan pertama dengan psikolog untuk melepaskan kecanduan terhadap judi.
“Saya merasa sangat baik, pertemuan pertama cukup konstruktif, bagi saya dan orang lain yang juga hadir. Saya rindu bermain bersama rekan setim, tapi saya senang dengan apa yang mereka lakukan,” tuturnya kepada TMW.
“Kami harus menyepakati semuanya dengan FIGC, tapi saya pikir akan lebih banyak pertemuan yang digelar di Piedmont,” lanjutnya.
Fagioli kemudian ditanya soal pesan-pesannya untuk dunia luar. “Pertanyaan yang sulit. Saya hanya ingin bercerita soal pengalaman saya, terutama kepada yang lebih muda dari saya, dan jangan alami hal serupa,” jawabnya.
Giancarlo Marenco selaku presiden dari Order of Psychologist of Piedmont, juga bercerita soal pertemuan pertama Fagioli. Ia menjelaskan bahwa pertemuan pertama berjalan dengan baik, dan Fagioli pun merasa nyaman untuk mengikutinya.
“Kami menyiapkan situasi melingkar agar semua orang bisa berpartisipasi. Saya kira ini adalah dialog yang konstruktif, Nicolo merasa nyaman dan mengutarakan pendapat soal masalah tersebut. Ini pertemuan yang bermanfaat,” katanya.
(TMW)