
Sumber: Instagram @erickthohir
SABANEWSINDO.com – Kekalahan kerap menjadi bumerang buat perjuangan Timnas Indonesia di ajang Piala Asia 2023. Oleh karena itu, Erick Thohir selaku presiden PSSI meminta publik untuk tidak melontarkan kata-kata kasar yang bisa memengaruhi mental pemain.
Seringkali, komentar-komentar negatif bermunculan kala Timnas Indonesia menelan kekalahan di pentas internasional. Kebanyakan bermunculan di media sosial, dan bahkan bisa sampai ke para pemain secara langsung.
Ini merupakan cara fans untuk menumpahkan kekesalannya saat melihat tim kalah, yang sebenarnya bisa dimaklumi karena menjadi resiko pekerjaan bagi seorang pemain. Tapi tidak bisa dimungkiri bahwa komentar negatif bisa memengaruhi mental.
Bisa jadi, komentar negatif yang terlontar justru membuat pemain jadi kesulitan untuk memberikan kontribusi maksimal di laga berikutnya. Guna mengatasi masalah itu, Thohir meminta Skuat Garuda menghindari media sosial untuk sementara.
“Itu risiko jadi bintang, kalau tidak siap ya jangan. Saya juga punya media sosial dan sering dicaci, seakan-akan saya dan Exco, Waketum, bobok-bobok saja,” kata Thohir seperti yang dikutip Bola.com.
Baca juga: Bertemu Vietnam di Piala Asia 2023, Apa yang Harus Dilakukan Timnas Indonesia?
“Ada juga yang memberikan apresiasi di media sosial, berkata bahwa PSSI lahir di tahun 2023. Antara kritik dan ujian adalah complementary lebih baik. Pemain harus siap, itulah bagian dari kehidupan,” lanjutnya.
“Saya juga berharap pemain juga bisa fokus, apalagi ada pertandingan besar seperti ini. Tidak perlu bermain sosial media dulu.”
Selain menginstruksikan para pemain untuk puasa media sosial, Thohir juga mengimbau masyarakat agar bisa menahan komentar negatifnya. Ia berharap publik bisa saling menghargai karena para pemain juga manusia biasa.
“Untuk masyarakat, tolong dengan kerendahan hati, saya berharap, pemain ini manusia juga. Kita semua juga harus bisa saling menghargai.”
“Jangan sampai ada penelitian berkata bahwa bangsa yang ramah tamah akhirnya menjadi bangsa yang seakan-akan mengintimidasi, dan jangan mengeluarkan kata-kata kasar. Kritik itu wajib, tapi jangan sampai mematikan pemain. Kita juga yang rugi,” pungkasnya.
(Bola.com)