
Sumber: Instagram @fcbarcelona
SABANEWSINDO.com – Keputusan Xavi Hernandez mundur dari Barcelona di akhir musim ini membuat publik gempar. Dan ternyata, ada sebuah drama yang terjadi di balik layar sebelum pelatih asal Spanyol itu mengumumkan keputusannya.
Xavi memilih mundur dari jabatannya sebagai pelatih usai Barcelona menelan kekalahan dari Villarreal di laga lanjutan La Liga akhir pekan kemarin. Pengumumannya cukup mengejutkan karena tidak ada tanda-tanda bahwa Xavi akan mundur.
Ketika itu, awak media yang hadir di ruang konferensi pers hanya berekspektasi mendengar komentar Xavi perihal laga. Namun Xavi langsung membukanya dengan pengumuman bahwa dirinya hanya bertahan hingga 30 Juni 2024.
Bukan cuma awak media dan publik, bahkan para pemain Barcelona juga belum mengetahui keputusan tersebut. Mereka dilaporkan baru menyadari hal itu usai media mengeluarkan pemberitaannya.
Rupanya ada banyak drama yang terjadi di balik layar sebelum Xavi memutuskan mundur. Laporan menyebutkan kalau indikasi pengunduran diri sang pelatih terlihat ketika Barcelona kalah dari Real Madrid di ajang Supercopa de Espana.
Baca juga: Dalam Keadaan Haru, Xavi Jelaskan Alasan Cabut ke Pemain Barcelona
Dikutip dari Football Espana, Xavi diketahui sudah membuat keputusan bulat usai pertandingan tersebut. Pria berusia 44 tahun itu kemudian memberitahu keluarga dekat dan stafnya, dan berniat mengumumkan ke publik pada Februari 2024.
Situasi berubah setelah Barcelona menelan kekalahan dari Villarreal. Jajaran direksi klub langsung menggelar rapat untuk membahas masa depan Xavi dengan suasana panas. Pada akhirnya, diputuskan bahwa klub akan bertahan dengan Xavi.
Cadena SER melaporkan bahwa Xavi mengetahui pertemuan tersebut dan langsung menemui penasihat klub. Ia meminta sang penasihat klub untuk menggelar pertemuan antara dirinya dengan Laporta, Enric Masip, Rafa Yuste dan Deco.
Xavi kemudian menjelaskan niatannya pada pertemuan itu. Laporta selaku presiden klub mencoba meminta Xavi untuk memikirkan ulang keputusannya. Namun pada akhirnya, ia harus menerima pilihan sang pelatih.
Laporta sempat ingin menggelar konferensi pers khusus. Namun Xavi enggan melakukannya agar tidak terlihat bahwa pengunduran dirinya ini merupakan pemecatan atau berasal dari keputusan bersama. Ia ingin terlihat keluar sendiri.
(Football Espana, Cadena SER)