
Sumber: Instagram @fcbarcelona
SABANEWSINDO.com – Xavi Hernandez tidak akan lagi menjabat sebagai pelatih Barcelona mulai dari bulan Juni 2024 mendatang. Dan baru-baru ini, ia menyebut nama Rafael Marquez sebagai salah satu calon penerusnya.
Xavi membuat publik terkejut dengan mengungkapkan rencana pengunduran diri pada konferensi pers usai menjalani laga La Liga akhir pekan kemarin. Tidak ada yang menduga bahwa pria asal Spanyol itu bakal angkat kaki dari Spotify Camp Nou.
Hasil-hasil yang diterima Barcelona belakangan ini memang belum memuaskan, dan bahkan cukup untuk membuat Xavi dipecat. Akan tetapi, pengumuman yang dilakukan secara mendadak itu tetap mengejutkan bagi banyak kalangan.
Ia telah dipastikan angkat kaki. Sekarang Barcelona diketahui sedang mencari sosok penggantinya. Dan beberapa waktu lalu, Rafael Marquez yang tengah menukangi skuat Barcelona B dengan ikatan kontrak selama dua tahun.
Marquez telah menyatakan niatnya untuk mengisi jabatan tersebut. Xavi pun sudah merestui secara terang-terangan. Hanya saja, keputusan akhirnya harus tetap terlontar dari mulut para petinggi klub saat ini.
Baca juga: Xavi Hernandez Diklaim Masih Mungkin Bertahan Di Barcelona
“Rafa adalah teman saya, dia mempersiapkan diri untuk tim utama Barca suatu hari nanti dan itu legal. Sisanya adalah tugas dari [direktur olahraga] Deco dan presiden,” tuturnya kepada awak media, dikutip Goal International.
Namun Xavi memperingatkan mantan rekan setimnya itu bahwa kejadian serupa yang terjadi kepadanya, juga kepada Josep Guardiola, akan terulang di masa mendatang. Xavi sendiri tidak menjelaskan secara spesifik soal kejadian yang dimaksud.
“Hal serupa akan terjadi kepada dia seperti halnya ke Guardiola dan juga saya. Ini masalahnya: Itu akan terjadi kepada dia. Saran saya adalah jadilah biasa saja, melakukan apa yang anda rasakan dan tidak membiarkan diri terpengaruh.”
“Itulah yang saya lakukan dan saya bangga. Impian saya adalah melatih Barcelona, bermain bagus dan menang. Dan itu telah tercapai. Tidak di musim ini, tapi saya pergi dengan hati nurani yang sangat jelas,” pungkasnya.
“Musim ini, apa yang telah kami gagal lakukan adalah hasilnya, walaupun kami masih bisa membuatnya jadi bagus. Ini sulit, tapi kami masih bisa mendapatkan dua gelar,” pungkasnya.
(Goal International)