
Sumber: Instagram @juventus
SABANEWSINDO.com – Juventus membuat keputusan yang cukup mengejutkan pada bursa transfer musim dingin ini. Mereka mendatangkan sosok Carlos Alcaraz dari klub divisi Championship, Southampton, dengan status pinjaman.
Kontrak peminjaman itu hanya berlaku selama enam bulan saja. Namun, Alcaraz bisa bertahan lebih lama lagi di Turin kalau Juventus ingin mempermanenkan statusnya. Sebab kesepakatan peminjaman ini melibatkan opsi pembelian.
Nilainya tergolong cukup besar, yakni senilai 49,5 juta euro. Apalagi untuk seorang pemain yang bermain di kasta kedua sepak bola Inggris dan belum memiliki nama dalam kancah dunia sejauh ini.
Tentu keputusan ini akan mengernyitkan dahi sejumlah orang, khususnya fans Bianconeri. Terlebih karena Juventus mulanya dikaitkan dengan pemain yang lebih punya nama seperti Kalvin Phillips dan Pierre-Emile Hojbjerg.
Kendati demikian, keputusan Juventus merekrut Alcaraz tetap mengundang pujian. Salah satunya datang dari mantan pemain Inter Milan dan Atalanta, Ezequiel Schelotto. Ia pernah bermain dengan Alcaraz kala masih memperkuat Racing Club.
Baca juga: Juventus Bisa Rekrut Osimhen dengan Mengorbankan Vlahovic, Begini Skenarionya
“Juventus melakukan pergerakan bagus. Kita bicara soal talenta besar yang ditakdirkan untuk menjadi pemain papan atas dalam beberapa tahun ke depan,” tutur pria berusia 34 tahun tersebut kepada Tuttosport.
“Dia dianggap sebagai pemain besar di Argentina dan bahkan Leo Messi memprediksi masa depan cerah untuknya. Charly bisa tumbuh di Italia dan menjadi salah satu pemain penting di dunia.”
“Saya pikir dia bisa memasang target untuk membela Argentina dalam dua tahun lagi. Dia punya segalanya untuk itu dan bisa merampungkan pertumbuhannya di Juventus. Dia masih 21 tahun tapi sudah menjalani 100 laga di Argentina dan Inggris.”
Schelotto mengatakan bahwa Alcaraz bisa memainkan peran sebagai Mezzala (gelandang box-to-box). Ketika melihat sang pemain, ia teringat akan sosok Claudio Marchisio yang pernah menjadi idola besar di Turin.
“Kalau harus menyebut nama mantan pemain Juventus, saya akan mengatakan [Claudio] Marchisio. Namun kalau harus membandingkan dia dengan pemain Argentina, saya bilang [Rodrigo] De Paul meski Carlos sedikit lebih menyerang.”
(Tuttosport)