
Sumber: Instagram @mancity
SABANEWSINDO.com – Barcelona mulai melakukan pencarian sosok baru untuk menduduki kursi kepelatihan di musim 2024/25 mendatang. Menarik untuk diketahui apakah sang mantan pelatih, Josep Guardiola, masih bisa duduk di sana atau tidak.
Barcelona merupakan klub pertama dalam karier kepelatihan Guardiola. Ia diangkat sebagai pelatih pada tahun 2008 dan memutuskan angkat kaki dari Camp Nou empat musim berselang.
Bisa dikatakan, era tiki-taka di Barcelona dimulai oleh Josep Guardiola. Ia memperkenalkan konsep permainan yang unik dan berhasil mempersembahkan beragam gelar, mulai dari La Liga, Copa del Rey, sampai Liga Champions.
Sampai sekarang nama Guardiola masih harum di dunia kepelatihan. Tidak heran, sebab klub yang ditukanginya bisa meraih berbagai macam gelar bergengsi. Akhir musim lalu, ia sukses menyumbang trofi Liga Champions ke Manchester City.
Guardiola bisa saja masuk dalam daftar incaran Barcelona untuk musim panas nanti. Seperti diketahui, mereka dipastikan kehilangan pelatih lantaran Xavi, secara mengejutkan, mundur dari jabatannya.
Baca juga: Meski Menang, Barcelona Disebut Banyak Kurangnya, Begini Ulasan Xavi Hernandez
Tidak ada yang tak mungkin dalam dunia sepak bola, termasuk melihat kembali Guardiola di Camp Nou. Namun itu baru bisa terwujud kalau pihak klub melakukan pendekatan terhadapnya. Joan Laporta selaku presiden tim enggan melakukan itu.
“Dia memiliki kontrak dengan Manchester City dan dia menghormati kontraknya. Saya sering berbicara kepada dia dan tahu apa yang klub pikirkan soal dia,” kata laporta kepada RAC1 soal Guardiola.
Laporta enggan terburu-buru memilih pelatih. Toh, masih ada waktu yang cukup panjang untuk berpikir. Sebab Xavi tetap akan duduk di kursi kepelatihan sampa musim 2023/24 usai. Laporta sendiri mengaku takkan memecat Xavi.
“Saya ingin Xavi meneruskan sampai akhir musim. Jika dia melanjutkan sampai akhir, terserah dia. Saya takkan memecat dia apapun alasannya. Dia tidak pantas menerima itu. Dia pantas dipercaya oleh kami,” lanjutnya.
“Kami tidak akan menyerah di liga, di Liga Champions kami menghadapi Napoli, tapi Xavi sangat termotivasi. Saya tidak ragu sola Xavi dan motivasi serta komitmen para pemain. Xavi adalah orang jujur dan jika formula tidak bekerja, dia akan mengatakannya,” pungkasnya.
(RAC1)