
Sumber: instagram @radja_nainggolan_l4
SABANEWSINDO.com – Radja Nainggolan mendapatkan pengalaman yang baru saat bermain di pentas Liga 1 bersama timnya, Bhayangkara FC. Yaitu menyaksikan pemain yang dikartu merah bisa masuk ke lapangan usai pertandingan.
Seperti diketahui, Nainggolan sudah kenyang dengan pengalaman bermain di ajang-ajang bergengsi Eropa. Ia bahkan pernah membela sejumlah klub papan atas seperti AS Roma dan Inter Milan.
Pada akhir November 2023, ia memutuskan berlabuh di Indonesia dan bergabung dengan Bhayangkara FC. Dengan gemerlap pengalamannya, sudah jelas kalau pria asal Belgia tersebut tidak kesulitan menembus starting XI.
Hari Minggu (2/4/2024) kemarin, ia tampil sejak menit awal ketika Bhayangkara FC bertandang ke markas Persebaya Surabaya. Bhayangkara gagal membawa pulang poin penuh usai dipaksa bertekuk lutut Persebaya dengan skor 0-1.
Laga itu sendiri diwarnai oleh dua kartu merah untuk masing-masing tim pada menit ke-82. Persebaya kehilangan Reva Adi Utama, sementara Bhayangkara ditinggal Sani Rizki Fauzi. Kemenangan ini lantas dirayakan oleh Persebaya di akhir laga.
Baca juga: Shin Tae-yong Bilang Timnas Indonesia U-23 Bisa Ke Semifinal Piala Asia U-23 2024, Asal…
Reva Adi terlihat ikut berpesta bersama para pemain Persebaya lainnya di lapangan. Pemandangan itu terlihat oleh Nainggolan, yang belum pernah menyaksikan kejadian serupa ketika masih di Eropa dulu.
Melalui media sosial, Nainggolan berujar: “Sejak kapan anda dapat kartu merah dan bisa kembali ke lapangan? @PSSI. Belum pernah menyaksikan hal ini sebelumnya.”
PT LIB selaku penyelenggara kompetisi kemudian buka suara untuk memberikan penjelasan. Perangkat pertandingan dinilai luput dan berharap kejadian ini bisa dijadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik ke depannya.
“Itu bagian dari protokol penyelenggara pertandingan. Ketika ada pemain dikartu merah, apakah ke ruang ganti atau bagaimana. Hal-hal seperti itu sering luput juga,” ujar Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra, dikutip Bola.com.
“Ke PT LIB pun jawabannya bisa berbeda-beda. Itu sudah terjadi dan kami ambil pelajaran. Bisa jadi ada ketidaktahuan atau kesengajaan, tapi harus kami cek dulu. Hal-hal seperti ini kalau tidak di-up oleh Radja Nainggolan, mungkin kami tidak ngeh.”
“Jadi sekali lagi, Radja Nainggolan pernah tampil di semua level. Mungkin terlihat aneh buat dia dan bagi kami juga harus menyosialisasikan semua hal. Bisa jadi pemain tidak tahu atau wasitnya terlewat,” pungkasnya.
(Bola.com)