
Sumber: Instagram @hamka23hamzah
SABANEWSINDO.com – Puja-puji mengarah ke Shin Tae-yong setelah Timnas Indonesia sukses mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023. Namun tidak sedikit juga yang melemparkan kritikan, bahkan sampai cacian, untuk pelatih asal Korea Selatan itu.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia kesulitan mendapatkan prestasi di kancah internasional dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan Shin Tae-yong diharapkan bisa membuat Timnas Indonesia bisa mengangkat piala.
Tidak heran jika publik mematok ekspektasi setinggi langit. Sebab portofolio Shin Tae-yong dalam dunia kepelatihan, khususnya di Asia, terbilang mentereng. Ia pernah menukangi Korea Selatan dalam ajang Piala Dunia 2018 lalu.
Karier kepelatihannya semakin cemerlang dengan keberhasilan membawa Timnas Korea mengalahkan Jerman dalam ajang bergengsi itu. Jadi, wajar apabila publik mengharapkan Shin Tae-yong akan mempersembahkan gelar.
Namun fokus utama Shin Tae-yong dan PSSI dalam waktu dekat ini bukanlah prestasi, melainkan pengembangan pemain. Target yang ditetapkan PSSI untuknya pun bukan berupa piala, tapi pencapaian babak.
Baca juga: Shin Tae-yong Bergerak! Siap Terjun Buat Cari Striker untuk Dinaturalisasi
Target pertamanya terpenuhi, di mana Timnas Indonesia sukses menginjakkan kaki di babak 16 besar Piala Asia 2023 kemarin. Sayang mereka tak bisa melangkah lebih jauh lantaran kalah di tangan Australia.
Kendati gagal melaju sampai ke final, masyarakat Indonesia banyak yang memberikan apresiasi terhadap sang pelatih. Namun tidak sedikit juga yang memberikan kritikan, dan beberapa di antaranya datang dari pengamat.
Tommy Welly, yang akrab disapa Bung Towel, cukup sering melontarkan kritikan pedas terhadap Shin Tae-yong. Bahkan sering meminta PSSI untuk memecat sang pelatih. Komentar miring ini lantas membuat sejumlah kalangan gerah.
Salah satunya mantan kapten Timnas Indonesia, Hamka Hamzah. Ia meminta kepada pengamat untuk mengajak para pemain berdiskusi terlebih dahulu sebelum memberi kritikan miring terhadap Shin Tae-yong.
“Kalau mau berbicara ajaklah pemain bola. Jangan berbicara dengan yang bukan di dunia sepak bola. Jadi butuh pengamat untuk mengkritik dan memberikan masukan yang membangun,” tutur Hamzah seperti dikutip Bola.com.
“Tantangan buat yang dikritik bahwa saya tak bisa berleha-leha, harus memberi yang terbaik. Harus ada keseimbangan, cuma kalau untuk dibilang tidak ada progres, bukan waktunya [untuk itu],” lanjutnya.
“Saat ini kita selalu, bukan saya saja, senior-senior kalau bertemu di warung kopi, pelatih-pelatih senior juga bilang harusnya pelatih timnas itu diberi waktu lima tahun, tidak bisa dua tahun ganti. Kasih kesempatan,” pungkasnya.
(Bola.com)