
Sumber: Instagram @iamrafaeleao93
SABANEWSINDO.com – Performa Rafael Leao di AC Milan musim ini terbilang cukup mengkhawatirkan. Pemain berkebangsaan Portugal itu baru mencatatkan enam gol, kendati sudah diberi kesempatan tampil sebanyak 28 kali di semua kompetisi.
Leao bahkan belum mencetak gol lagi sejak Milan bertemu Atalanta dalam laga Coppa Italia pada awal bulan Januari kemarin. Meski begitu, ia tetap berkontribusi dalam bentuk assist di dua laga terakhir.
Namun itu tidak menutup fakta bahwa ada yang tidak beres dari sang pemain. Sebab jika melihat performanya sekarang, besar kemungkinan Leao takkan mampu mencapai jumlah golnya di musim kemarin.
Performa Leao menarik perhatian banyak kalangan, tidak terkecuali Fabio Capello. Pelatih legendaris itu menuangkan opininya terhadap sang pemain dalam sebuah kolom khusus di Gazzetta dello Sport.
“Assist untuk gol Theo dan tembakan kaki kanan mengarah ke tiang jauh dan melebar dari gawang. Inilah Leao sekarang, penyelesai akhir yang fantastis dan penyerang yang secara psikologis terhambat ketika harus menembak ke gawang.”
Baca juga: Lumayan! AC Milan Bisa Dapat Segini Kalau Jual Pemain yang Lagi Dipinjamkan
“Saya bilang ya, (terhambat secara psikologis), juga karena tidak perlu dibicarakan soal kapabilitas. Bagi saya, musim ini, Leao kehilangan kepercayaan diri saat melakukan tembakan, hal klasik bagi penyerang yang kurang percaya diri.”
“Dia jarang melihat gawang karena terlalu banyak berpikir sebelum menembak dan… dia melakukan kesalahan, seperti dalam aksi yang bisa membuat Milan unggul 2-0 atas Napoli,” lanjutnya.
Capello kemudian memberikan peringatan terhadap Leao terkait ketidakpercayaan diri ini. Sebab assist yang diberikan kepada Theo bisa jadi merupakan sebuah kebetulan, sebab operan semacam itu membutuhkan visi tinggi.
“Berhati-hatilah, anda hanya membuat umpan-umpan tertentu, seperti yang diberikan kepada Hernandez, jika anda memiliki visi permainan yang bagus dan Leao memilikinya,” lanjut pria yang juga pernah menukangi Milan itu.
“Pada saat ini dia hampir terlihat lebih senang melihat ke arah rekan setimnya, dan itu bisa baik-baik saja untuk Milan. Dia tetap menjadi seorang pemain penentu meskipun dia tidak mencetak gol,” pungkasnya.
(Gazzetta dello Sport)