
Sumber: Instagram @leomessi
SABANEWSINDO.com – Ujaran kebencian terhadap bintang Argentina, Lionel Messi, dilantangkan oleh Jerome Rothen. Mantan pemain PSG itu tampaknya masih kesal dengan beberapa pernyataan Messi ketika masih bermain di Paris.
Seperti diketahui, Messi pernah bermain di PSG selama dua musim. Ia memilih Les Parisien sebagai klub barunya setelah kontraknya bersama raksasa Spanyol, Barcelona, tidak diperpanjang karena masalah finansial.
Selama dua musim, Messi mencetak 32 gol dari 75 penampilan dan mempersembahkan tiga trofi domestik. Sayangnya, meski bermain bersama Neymar dan Kylian Mbappe di lini depan, ia tak mampu membawa PSG melangkah jauh di Liga Champions.
Pada musim panas kemarin, Messi memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di PSG. Ia memilih hijrah ke Major League Soccer (MLS) untuk bergabung dengan salah satu klub Amerika Serikat, Inter Miami.
Kepergian Messi rupanya meninggalkan pil pahit di kalangan masyarakat Paris. Bukan cuma disebabkan fakta sang bintang pergi begitu saja, tapi juga karena perkataan Messi yang tidak begitu menyenangkan soal kota tersebut.
Ini akan menjadi polemik. Sebab Messi bisa menginjakkan kaki lagi di Paris pada pagelaran Olimpiade 2024. Pelatih Timnas Argentina U-23, Javier Mascherano, mengatakan bahwa ada kemungkinan Messi bakal disertakan di ajang tersebut.
Menyadari kemungkinan itu, Rothen langsung angkat bicara. Ia mendorong pendukung PSG untuk mengejek Messi jika memang benar sang bintang memperkuat Albiceleste di Olimpiade 2024 mendatang.
“Kami tidak boleh lupa apa yang dia belum berikan. Sebagai orang Prancis dan Paris, melihatnya berparade bersama Argentina? Kawan, jika ada cara membantah fakta bahwa Messi membuat kita kesal selama dua tahun, cemooh dia.”
“Dia berkata tinggal di Paris adalah sebuah bencana dan bahwa dia tidak menerima sambutan yang sepantasnya. Omong kosong. Dia berada di puncak Eiffel Tower seperti halnya Neymar dulu.”
“Kami mendengar dia tidak dirayakan secara layak setelah memenangkan Piala Dunia. Anda mengalahkan Prancis di final! Dia seharusnya tidak mengharapkan ada karpet merah digelar untuknya,” pungkas Rothen.
(Goal International)