
Sumber: Instagram @hakancalhanoglu
SABANEWSINDO.com – Hakan Calhanoglu sedang menikmati peran barunya sebagai regista di Inter Milan. Dan meski baru menjalaninya selama beberapa bulan, ia sudah cukup yakin bahwa dirinya lebih baik ketimbang pemain lain seperti Toni Kroos dan Rodri.
Seperti diketahui, Calhanoglu bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas tahun 2021 lalu. Nerazzurri mendapatkan jasanya secara gratis lantaran Calhanoglu dan Milan sepakat untuk tidak memperpanjang kontrak.
Publik mengenal Calhanoglu sebagai seorang gelandang serang, dan sudah terlihat sejak dirinya bahkan masih bermain untuk Bayer Leverkusen. Namun Simone Inzaghi selaku pelatih Inter Milan memberikan peran baru untuknya.
Ia ditugaskan sebagai seorang regista, yakni gelandang pengatur serangan yang bermain pada posisi lebih dalam. Ternyata keputusan itu tepat, karena Calhanoglu tampil jauh lebih baik ketimbang waktu masih di Milan dulu.
Setelah dua tahun menjalani peran barunya, Calhanoglu kini sudah semakin percaya diri. Ia bahkan berani menyebut dirinya sebagai regista terbaik di atas gelandang-gelandang hebat lain seperti Toni Kroos dan Rodri.
Baca juga: Bos Atletico Madrid Yakin Bisa Balas Inter Milan Di Metropolitano
“Beberapa bulan lalu, saya bilang saya adalah salah satu regista terbaik di dunia, dan tidak ada yang percaya. Namun saya selalu percaya pada diri sendiri, tahu kualitas dan tidak takut terhadap siapapun,” ujarnya kepada DAZN.
Ketika ditanya soal lima regista terbaik, pria berkebangsaan Turki itu berkata: “Kelima Enzo Fernandez, keempat [Joshua] Kimmich, ketiga Kroos, kedua Rodri, yang pertama adalah Calhanoglu.”
Calhanoglu kemudian menjelaskan alasan mengapa dirinya pantas disebut sebagai salah satu regista terbaik di dunia saat ini. Dua aspek yang dirasanya penting untuk memainkan peran tersebut adalah tembakan jarak jauh dan operan.
“Saya mencetak gol dan melakukan apa yang orang lain tidak lakukan, jika anda lihat lagi, saya tidak pernah mencetak gol dari jarak dekat, tapi dari 25-30 meter atau lewat tendangan bebas. Ini sulit. Dan jika anda lihat yang lain, mereka tidak melakukannya seperti saya.”
“Kemudian semua orang bagus dalam mengoper bola, tapi saya tak suka mengoper bola sejauh lima meter. Saya selalu mencari umpan terakhir, untuk menciptakan kemungkinan mencetak gol. Memberikan bola ke kiri atau kanan bukan kesukaan saya,” pungkasnya.
(DAZN)