
Sumber: Instagram @cristiano
SABANEWSINDO.com – Ole Gunnar Solskjaer sempat memiliki pengalaman melatih pemain sekelas Cristiano Ronaldo ketika masih di Manchester United dulu. Ia pun bercerita soal kesulitannya mengasuh sang megabintang yang selalu ingin bermain.
Pada tahun 2021 lalu, kesempatan melatih Cristiano Ronaldo menghampiri Solskjaer. Ia masih duduk di kursi kepelatihan Old Trafford ketika The Red Devils merekrutnya dari klub raksasa Italia, Juventus.
Kebersamaan itu sendiri tidak berlangsung lama. Sebab seperti yang diketahui, Solskjaer didepak pada akhir November 2021. Ronaldo pun tak lagi di Manchester United usai menerima pinangan dari Al-Nassr pada Januari 2022.
Solskjaer mungkin takkan lagi memiliki kesempatan melatih Ronaldo di masa mendatang. Sebab tampaknya, pemain asal Portugal itu akan pensiun di Arab Saudi. Kebersamaan itu kini terekam di kenangan Solskjaer.
Ia membagikan sedikit pengalamannya ketika berbicara dalam siniar Stick to Football. Solskjaer mengatakan bahwa Ronaldo selalu ingin bermain, dan takkan senang jika didudukkan di bangku cadangan.
Baca Juga: Membangun Tim, Manchester United Harus Ikuti Langkah Rival Sekota
“Cristiano – ketika anda mengenal dan berbicara kepadanya, dia ingin bermain dalam tiga dari empat pertandingan. Dia juga sudah menyadari kalau dirinya sudah tua. Tapi ketika anda tidak memainkan dia, dia tidak senang!” kata Solskjaer.
“Bagian dari perekrutan Cristiano Ronaldo adalah menerima semangat dari dia, tapi itu juga menjadi sebuah komplikasi. Anda punya Greenwood, Rashford, dan Martial, yang bisa belajar dari Ronaldo, dan anda berpikir bahwa dia akan membantu mereka.”
“Ketika dia tiba, dia memberitahu saya untuk memainkan dia tiga pertandingan berturut-turut, lalu mencadangkannya di laga keempat. Tapi dia sangat bersemangat, jadi saat dia melakukannya, dia tidak menyukainya,” lanjutnya.
Solskjaer juga menjelaskan bahwa skuat Manchester United harus melakukan penyesuaian terhadap sang megabintang. Sebab tanpa dirinya di lapangan, The Red Devils harus jadi tim yang berbeda.
“Dengan bola, dengan dia di tim, tidak ada masalah. Tanpa dia, kami harus sedikit mengubah peran berbeda yang kami sudah terbiasa. Kami adalah salah satu tim dengan tekanan tertinggi sebelum [Ronaldo bergabung].”
“Kami membiarkan Dan James pergi ketika Cristiano datang, dan mereka berdua adalah pemain yang berbeda. Itu adalah keputusan tepat untuk saya – ternyata tidak menjadi yang tepat,” pungkasnya.
(Stick to Football podcast)