
Sumber: Instagram @fcbarcelona
SABANEWSINDO.com – Masalah finansial terus menghantui salah satu raksasa Spanyol, Barcelona. Baru-baru ini muncul pemberitaan yang mengatakan kalau direktur klub harus mendapatkan dana sebesar 120 juta euro sebelum bursa transfer musim panas dibuka.
Era kepemimpinan Josep Maria Bartomeu yang sering menggelontorkan dana besar untuk merekrut pemain baru meninggalkan banyak PR buat presiden berikutnya, Joan Laporta. Ia kini harus memperbaiki keuangan Barcelona.
Dalam beberapa bursa transfer terakhir, mereka harus mengikat kencang ikat pinggangnya. Hal ini ditujukan agar keuangan klub kembali sehat dan tidak melanggar aturan FFP maupun salary cap yang sudah ditetapkan.
Masalah terbesar datang dari salary cap. La Liga cukup tegas menerapkan aturan ini. Salary cap Barcelona dalam beberapa musim terakhir terbilang kecil dan jika dilanggar, maka pemain yang direkrut tidak boleh ikut terlibat.
Karena itu, Barcelona sempat hampir gagal mendatangkan Vitor Roque dari Brasil. Untungnya ada kabar baik yang terselip dalam kabar buruk, di mana mereka bisa mendaftarkan Roque lantaran Gavi mengalami cedera ACL.
Baca juga: Joao Cancelo Curhat Soal Hubungannya dengan Josep Guardiola: Kami Banyak Tak Sepakat
Pada awal era kepemimpinannya, Laporta sempat melakukan aksi ‘tuas ekonomi’ untuk menyelamatkan Barcelona. Aksi ‘tuas ekonomi’ tersebut berupa menjual sejumlah aset klub termasuk hak penamaan stadion kebanggaannya, Camp Nou.
Upaya Laporta beserta jajaran manajemen klub tampaknya belum membuahkan hasil signifikan. Sebab mereka masih juga berkutat dengan urusan keuangan. Dan untuk sekarang, klub berjuluk Blaugrana itu dipusingi oleh Libero.
Perusahaan finansial sepak bola itu diketahui telah berinvestasi sebesar 100 juta euro ke Barcelona. Namun sampai sekarang, uang senilai 40 juta euro yang dijanjikan belum tiba ke kantong klub. Begitu juga dengan 60 juta euro sisanya.
Selain itu, Barcelona juga telah memberikan jaminan bank senilai 18,67 juta euro untuk menutupi biaya perekrutan, yang sebagian besar disumbangkan Laporta. Demi menyelesaikan masalah ini, Barcelona harus melakukan penjualan besar-besaran.
Pasalnya, jika tak kunjung tertutupi, jajaran direksi Barcelona bisa kehilangan uang sebesar 20 juta euro dari kantong pribadi. Solusi instannya adalah dengan menjual pemain seperti Frenkie de Jong dan Ronald Araujo yang sedang laris di pasaran.
(Relevo)