
Sumber: Instagram @mrancelotti
SABANEWSINDO.com – Sederet pujian mengarah ke Carlo Ancelotti yang bertanggung jawab atas keberhasilan Real Madrid mencapai babak semifinal Liga Champions musim ini. Tidak bisa dimungkiri, ia adalah otak dari kesuksesan Los Merengues selama beberapa tahun terakhir.
Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada tahun 2021 lalu, dan ini merupakan periode keduanya berada di Santiago Bernabeu. Sebelumnya, ia pernah melatih Real Madrid dari tahun 2013 sampai 2015.
Periode pertamanya bersama Los Merengues menghasilkan banyak piala, seperti Copa del Rey dan Liga Champions. Namun pada periode kedua, ia bisa dikatakan lebih sukses karena bisa meraih dua trofi yang telah disebutkan ditambah La Liga.
Ia berpeluang menambah koleksi trofi Liga Champions dan La Liga musim ini. Sehingga tidak heran kalau dirinya mendapatkan banyak pujian dari sana-sini. Salah satunya datang dari mantan pelatih AC Milan, Arrigo Sacchi.
Sacchi menjelaskan alasan mengapa dirinya bisa menyebut Ancelotti sebagai pelatih terbaik dunia saat ini. Salah satunya adalah karena pria asal Italia tersebut mampu memikat fans Spanyol dengan permainan bertahan.
Baca juga: Kenang Kepergiannya Dari Real Madrid, Casemiro: Carlo Ancelotti Aja Nangis!
“Ancelotti adalah seorang pelatih yang sangat bagus dan begitu meyakinkan hingga mampu membuat publik Spanyol – menuntut secara khusus dari segi hiburan – untuk menerima performa yang sangat bertahan,” tulisnya di Gazzetta dello Sport.
“Saya tidak tahu apakah dia pelatih terbaik di dunia, tapi dia sudah pasti ada di atas sana. Dia tahu segalanya soal sepak bola, mengatur dengan pengalaman dan kebijaksanaan, tidak pernah membiarkan dirinya tanpa persiapan.”
“Dia tahu tidak mungkin untuk bertarung secara terbuka dengan Manchester City, khususnya krena dia memiliki banyak pemain absen di pertahanan, jadi dia fokus pada pengendalian,” lanjut Sacchi lagi.
“Itu bukan pendekatan yang biasanya dari dia, karena dia suka mendominasi lapangan, tapi dia melakukannya dengan harga diri dan menunjukkan kecerdasan yang luar biasa.”
“Carletto mempelajari lawannya, merancang cara memblokade atau setidaknya membatasi kekuatan mereka, dan tidak hanya mencoba untuk bertahan dengan harapan seseorang di depan akan menyelesaikan masalah buat dia,” pungkasnya.
(Gazzetta dello Sport)