
Sumber: Getty/James Baylis
SABANEWSINDO.com – Jurgen Klopp tidak menyesali perjalanannya di Liverpool yang berlangsung selama delapan tahun. Hanya saja, arsitek berdarah Jerman itu merasa bahwa dirinya mampu mempersembahkan trofi yang lebih banyak kepada The Reds.
Klopp memilih untuk mengakhiri perjalanannya dengan Liverpool pada akhir musim ini. Pengumuman keputusan mengundurkan diri dari pria berusia 56 tahun tersebut terbilang mengejutkan. Sebab, Klopp tidak seperti punya masalah dengan klub.
Dalam penjelasannya, Klopp mengatakan bahwa dirinya butuh rehat dari dunia kepelatihan. Ia mengaku jenuh dengan rutinitas yang dilakukan sebagai nahkoda sebuah klub dan butuh waktu untuk mnenjauh sementara.
Ia bisa pergi dengan mengangkut dagu. Sebab selama di Liverpool, Klopp mempersembahkan sejumlah trofi dari berbagai ajang bergengsi. Mulai dari Liga Champions, FA Cup, Carabao Cup, sampai mengakhiri puasa gelar Liverpool di Premier League.
Sebanyak delapan gelar Klopp persembahkan kepada Liverpool. Sudah cukup untuk menghiasi kisahnya. Namun, pria yang juga pernah menukangi Borussia Dortmund itu merasa bahwa dirinya seharusnya bisa menyumbang trofi lebih banyak.
Baca juga: Ditinggal Jurgen Kloop, Liverpool 2.0 Tetap Jalan
“Saya tahu bahwa saya bisa memenangkan lebih, tapi saya tak bisa mengubah itu. Kami juga bisa saja meraih trofi yang lebih sedikit,” tuturnya ketika menghadiri konferensi pers terakhirnya sebagai pelatih Liverpool, dikutip Metro Sports.
Ada satu momen di mana Liverpool gagal memenangkan trofi Premier League, yakni pada 2021/22. Kegagalan yang cukup membuat sakit hati, karena The Reds tampil gemilang dengan catatan 92 poin dari 38 pertandingan.
Sayangnya, mereka kalah satu poin dari Manchester City yang keluar sebagai juara. “Tidak menjadi juara karena satu poin bukan pengalaman yang bagus, tapi itu tetaplah sebuah pengalaman,” ucapnya.
“Saya tidak bisa melakukan hal berbeda lagi pada momen itu. Ketika kami tidak mencetak gol di City saat bola belum melewati garis, dan kemudian [Sergio] Aguero mencetak gol di Burnley ketika bola melewati garis. Itu bukan salah saya!”
“Saya bisa memenangkan lebih banyak Liga Champions. Masuk final sebanyak tiga kali adalah pencapaian yang luar biasa. Ada peluang anda kalah di final, begitu adanya. Real Madrid, mereka selalu menemukan cara untuk memenangkannya,” pungkasnya.
(Metro Sports)