
Sumber: Getty/Alex Caparros
SABANEWSINDO.com – Komentar yang dilontarkan belum lama ini membuat posisi Xavi Hernandez di kursi kepelatihan Barcelona terancam. Menurut sejumlah kabar, Joan Laporta selaku presiden klub sampai ingin memecatnya.
Ini seperti menunjukkan bahwa perpisahan Xavi dan Barcelona memang sulit buat terhindarkan. Seperti diketahui, pria berusia 44 tahun tersebut sempat mengatakan ingin meninggalkan klub pada akhir musim.
Pernyataan tersebut cukup mengejutkan banyak kalangan. Sebab Xavi mengungkapkan keinginannya itu dalam konferensi pers pasca laga kontra Villarreal. Dan tidak ada rumor mengenai kepergiannya sebelum pertandingan digelar.
Namun seiring berjalannya waktu, performa Barcelona jadi membaik hingga mengubah pikiran Xavi. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk menghargai kontraknya dan batal untuk meninggalkan Spotify Camp Nou pada akhir musim ini.
Situasinya menjadi aman. Xavi tidak lagi mengutarakan niatan meninggalkan Barcelona. Namun, perkataannya baru-baru ini justru membuat posisinya terancam karena tidak disukai oleh Laporta, sebagaimana yang tercantun dalam laporan.
Baca juga: Isu Pemecatan Mencuat, Xavi Hernandez: Saya Akan Bertahan di Barcelona
“Penggemar kami dan anggota klub harus memahami bahwa situasinya sangat sulit, di atas segalanya pada level ekonomi. Buat kami untuk bersaing dengan rival, entah itu Real Madrid ataupun tim di Eropa,” katanya beberapa waktu lalu.
“Kami harus menerima itu. Bukan berarti kami tak ingin bersaing dan berjuang meraih gelar, tapi inilah situasi Barca sekarang,” lanjutnya. Setelah pernyataan itu keluar, manajemen klub tidak memberikan sepatah katapun.
Lantas, beredar rumor yang mengatakan kalau Barcelona ingin memecat Xavi karena pernyataan tersebut. Xavi sendiri yakin bahwa dirinya takkan dipecat, tetapi semua keputusan baru bisa diketahui setelah pertemuan digelar.
Kapan pertemuan itu terjadi? MD mendapatkan laporan yang memberikan sedikit pencerahan. Diketahui bahwa Laporan akan bertatap muka dengan Xavi bakalan terjadi pada hari Senin (20/5/2024) mendatang.
MD juga menjelaskan bahwa keputusan Laporta sudah bulat, yakni pemecatan Xavi. Namun pria berusia 61 tahun itu tidak akan melakukan tindakan apapun sampai pertemuan dengan sang pelatih jadi digelar.
(MD)