THESABASPORTSINDO.com – Pelatih baru Bayern Munich Vincent Kompany menguraikan gaya bermainnya untuk juara Jerman itu pada Kamis (30 Mei). Ditegaskannya, dirinya akan menuntut agresi dan keberanian mutlak dari para pemainnya.
Sumber: Reuters/Leonhard Simon
Kompany telah menandatangani kontrak hingga 2027, setelah pelatih asal Belgia itu berpisah dengan Burnley, klub Yang terdegradasi dari Premier League musim ini.
Ada pun Bayern, juara Bundesliga dalam 11 musim sebelumnya, hanya finis ketiga di belakang Bayer Leverkusen dan VfB Stuttgart. Mereka juga gagal memenangkan trofi domestik atau Eropa untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, yang menyebabkan pelatih Thomas Tuchel meninggalkan klub.
“Bagi saya, ini sederhana. Apa yang Anda latih adalah siapa Anda sebagai pribadi,” kata Kompany pada konferensi pers, Kamis.
“Kepribadian saya adalah saya tumbuh di jalanan Brussel, saya berada di akademi Anderlecht di mana dari usia enam hingga 20 tahun Anda harus memenangkan segalanya.”
“Saya ingin para pemain Bayern benar-benar berani dalam menguasai bola, memiliki kepribadian. Saya ingin tim menjadi agresif, mewakili dua hal itu,” kata Kompany.
“Benar-benar berani ketika mereka menguasai bola dan mengambil keputusan dan benar-benar agresif, sesuatu yang mereka bawa setiap menit pertandingan. Selalu,” kata Kompany.
Kedatangan Kompany, yang memiliki pengalaman di Bundesliga setelah bermain untuk Hamburg SV dan berbicara bahasa Jerman, mengakhiri pencarian pengganti Tuchel selama berbulan-bulan.
Baca juga: Resmi, Bayern Munchen Angkat Vincent Kompany Sebagai Pelatih Baru
Beberapa kandidat memutuskan untuk tetap pada pekerjaannya saat ini, termasuk Xabi Alonso dari Leverkusen, mantan pelatih Julian Nagelsmann dan Ralf Rangnick dari Austria.
Dalam karir manajerialnya yang singkat, Kompany, yang memainkan 360 pertandingan untuk Manchester City dan memenangkan empat gelar Premier League, memiliki reputasi bermain sepak bola yang mengalir bebas dan berbasis penguasaan bola.
Dia memulai karir kepelatihannya di klub Belgia Anderlecht sebelum bergabung dengan Burnley pada tahun 2022, di mana pendekatannya berhasil dengan baik di divisi kedua Championship saat mereka mengamankan promosi dengan tujuh pertandingan tersisa.
Namun, desakan Burnley untuk tetap menggunakan gaya itu melawan tim-tim berkaliber lebih tinggi di Premier League membuat mereka kesulitan untuk melaju di papan atas dan terdegradasi setelah finis di urutan ke-19 dengan 24 poin dan hanya meraih lima kemenangan sepanjang musim.