
Sumber: Getty/Claudio Villa
SABANEWSINDO.com – Kehadiran nama gelandang Juventus, Nicolo Fagioli, dalam skuat sementara Timnas Italia untuk Euro 2024 terbilang mengejutkan. Sebab pemain berumur 23 tahun tersebut sempat absen selama berbulan-bulan karena kasus kontroversial.
Seperti diketahui, menjelang akhir tahun 2023 kemarin, sepak bola Italia digemparkan oleh kasus judi ilegal yang dilakukan oleh sejumlah pemain. Nicolo Fagioli termasuk di antaranya, dan bahkan mengakui keterlibatannya.
Karena itu, ia dijatuhi hukuman larangan bermain selama tujuh bulan lamanya. Fagioli akhirnya bisa merumput di laga terakhir Serie A musim ini, di mana Juventus berhasil mengalahkan Monza dengan skor 2-0.
Fagioli memang sudah dibolehkan terlibat dalam dunia sepak bola lagi. Namun tetap saja, kehadirannya di skuat sementara Italia untuk Euro 2024 terbilang mengejutkan. Luciano Spalletti selaku pelatih pun membicarakan alasan memanggil Fagioli.
“Pertama-tama, Fagioli adalah keputusan teknis. Fagioli punya kualitas dan kreativitas dan kami ingin punya sebanyak mungkin hal-hal yang bisa mempertahankan bola di lapangan,” katanya dalam konferensi pers, dikutip Football Italia.
Baca juga: Perubahan Skuat Timnas Italia di Euro 2024: Francesco Acerbi Out, Federico Gatti In
“Lapangan akan menjawab apakah kami telah membuat keputusan yang tepat. Dari level personal, secara manusiawi, anak itu mengatakan banyak hal yang indah,” lanjut mantan pelatih Napoli tersebut.
“Saya berbicara kepada dia pada hari final Coppa Italia di Roma, dan beruntungnya Juventus ada di sana sehingga saya mampu menghabiskan waktu dengannya, dan dia meninggalkan kesan yang bagus buat saya.”
“Jika kami mengevaluasi dosanya, saya pikir dia pantas untuk sedikit dipahami . Dia tidak berjudi untuk diri sendiri. Dia berjudi karena tak mampu menahan diri dari godaan, namun ini murni lantaran pilihan teknis.”
Fagioli bisa menghadapi tantangan berat untuk membuktikan dirinya pantas membela Italia. Sebab ia akan bersaing dengan pemain Torino, Samuele Ricci. Spalletti juga berbicara bahwa kedua pemain ini memiliki karateristik berbeda.
“Mereka punya banyak persamaan. Buat saya, Ricci berkembang berkat Torino. Dia bisa cukup agresif dan suka bersinggungan dengan lawan untuk merebut bola. Fagioli lebih klasik [regista]. Dia bisa melihat hal yang tidak dilihat orang lain. Keduanya adalah pemain yang kuat,” pungkasnya.
(Football Italia)