
Sumber: Getty/John Powell
SABANEWSINDO.com – Menjadi bagian dari Liverpool adalah sebuah pencapaian yang didambakan banyak pesepakbola. Namun, bukan berarti hidup akan menjadi indah dengan seketika jika bermain buat klub papan atas Inggris tersebut.
Sejak berhasil mengakhiri puasa gelarnya di Premier League dan Liga Champions, Liverpool kembali menjadi salah satu tim yang paling diperhitungkan di daratan Eropa. Tentu, status itu akan membuat ekspektasi besar digantungkan kepada para pemain.
Mereka diharapkan meraih kemenangan demi kemenangan. Bahkan, kalau bisa, didapatkan di setiap pertandingan. Dengan harapan agar klub berjuluk The Reds tersebut bisa keluar sebagai juara di setiap kompetisi.
Bergabung dengan Liverpool bukan perkara mudah, apalagi merebut tempat di starting XI-nya. Pemain penting seperti Virgil van Dijk hingga Mohamed Salah sangat sulit untuk digeser karena peran vitalnya untuk tim.
Itulah yang dirasakan oleh Sepp van den Berg. Bergabung sebagai seorang pemain muda dari klub asal Belanda, PEC Zwolle, Van den Berg mengaku kesulitan dalam menjalani hari-harinya sebagai pemain Liverpool.
Baca juga: Pindah ke Liverpool? Federico Chiesa Harus Sabar di Bawah Bayang-bayang Mo Salah
Sejak tiba di Anfield Stadium, pria berumur 22 tahun itu belum pernah sekalipun dipercaya untuk tampil di ajang Premier League. Kebanyakan waktunya dihabiskan sebagai pemain pinjaman di Preston North End, Schalke 04, hingga Mainz 05.
“Saya tahu bahwa saya tidak bisa datang dari PEC Zwolle [langsung] ke tim utama Liverpool. Saya bisa saja berada di Liverpool untuk satu atau dua tahun lagi, tapi saya ingin bermain dengan seluruh tenaga,” katanya, dikutip Liverpool Echo.
“Bagaimana itu bisa berhasil? Anda berumur 17, 18 tahun, seorang bek tengah di sesi latihan melawan starting XI, anda harus membangun serangan dan kemudian Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mo Salah berlari ke arah anda. Itu sulit.”
“Saya menikmatinya. Tapi sejujurnya, saya tak lagi diperhatikan. Saya juga merasa ‘siap’ [di 2021]. Saya berbicara dengan baik kepada manajemen. Mereka bilang laporan saya bagus.”
“Saya paham tidak akan bisa menyingkirkan Van Dijk, Matip, atau Konate [dari tim]. Tapi saya berpikir bisa berada di belakang mereka. Ketika tidak mendapatkan kesempatan lagi, saya bilang: ‘sudah diduga, saya ingin pergi’.
“Kalian [Liverpool] tidak menunjukkan rasa yakin kepada saya selama ini, tetapi kalian ingin menghalangi masa depan saya. Saya ingin terus bermain setiap pekan dan ingin berkembang lebih jauh lagi,” pungkasnya.
(Liverpool Echo)