
Sumber: Getty/Robbie Jay Barratt
SABANEWSINDO.com – Di atas kertas, Italia memiliki peluang besar untuk melaju ke babak 16 besar Euro 2024. Sebab mereka hanya akan bertemu dengan Kroasia pada matchdy terakhir yang digelar pada hari Selasa (25/6/24) mendatang.
Sejatinya, Kroasia memiliki skuat dengan materi yang tidak pantas untuk dipandang enteng. Mereka masih memiliki pemain seperti Josko Gvardiol, Andrej Kramaric, Marcelo Brozovic, Mateo Kovacic hingga Luka Modric.
Namun di luar dugaan, tim besutan Zlatko Dalic tersebut justru terseok-seok dalam dua pertandingan fase grup. Mereka belum mencatatkan kemenangan sama sekali, di mana kejutannya adalah ditahan imbang oleh Albania.
Catatan buruk inilah yang membuat Italia diprediksi mampu meraih kemenangan atas Kroasia tanpa kesulitan. Mereka memang kalah sekali dari Spanyol, tapi sudah mengantongi tiga poin dari kemenangan di matchday pertama.
Namun, Gli Azzurri diharamkan memandang sebelah mata Kroasia. Sebab seperti yang dituliskan sang pelatih legendaris, Fabio Capello, Kroasia merupakan lawan terburuk buat tim besutan Luciano Spalletti tersebut.
Baca juga: Skenario Italia Lolos Fase Grup Euro 2024 Setelah Kalah dari Spanyol
“Banyak yang melihat sebuah tim di akhir perjalanannya. Anda tahu apa yang saya lihat? Para juara yang sedang terpojok. Lawan terburuk yang mungkin ada,” tulis Capello pada kolom khusus di Gazzetta dello Sport.
“Bahaya datang dari tengah. Modric, Brozovic, Kovacic. Mereka mungkin tidak secepat pemain Spanyol, tetapi dari segi teknis setara. Itulah sebabnyak kita butuh timnas yang akan belajar dari kesalahan dari waktu melawan Spanyol,” lanjutnya.
“Sebuah tim yang bersatu dan fokus. Kami akan memiliki dua hasil dari tiga pertandingan, tapi Italia seharusnya berjalan ke lapangan untuk menang dan membuktikan bisa berbicara di Euro kali ini,” pungkasnya.
Dalam tulisan itu juga, Capello menjelaskan apa yang salah dari Italia ketika dipaksa bertekuk lutut oleh Spanyol. Sesuatu yang diharapkan bisa dipelajari oleh Federico Chiesa dkk ketika menghadapi Kroasia nanti.
“Italia tampak kelelahan karena lawannya hebat dalam segalanya. Mereka tidak memiliki kontrol bola yang buruk; menggerakkan bola dengan sangat cepat dan berkualitas dalam setiap perannya.”
“Ini adalah pelajaran bagi Azzurri, tapi kami harus mengakui nilai dari sang lawan. Spanyol yang ini berada di posisi terdepan untuk juara. Jujur, saya juga terkejut. Mereka telah menunjukkan itu saat melawan Kroasia, tapi lawan Italia, mereka lebih cepat.”
(Gazzetta dello Sport)