
Sumber: Getty/Image Photo Agency
THESABASPORTSINDO.com– Gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot membeberkan penilaiannya terkait Timnas Spanyol. Ia menyebut bahwa La Furia Roja adalah tim yang berbahaya, di mana kedua sektor sayap mereka sangata mematikan.
Timnas Prancis melaju ke babak semifinal Euro 2024. Mereka berhasil menyingkirkan Timnas Portugal di babak perempat final kemarin melalui babak adu penalti.
Di babak semifinal ini, Prancis akan berjumpa dengan lawan berat. Mereka akan berhadapan dengan Timnas Spanyol, di mana La Furia Roja merupakan satu-satunya tim yang selalu menang dari fase grup hingga perempat final Euro 2024 kemarin.
Itulah mengapa Timnas Prancis kurang diunggulkan untuk memenangkan laga ini. Meski begitu, Rabiot menekankan bahwa Timnas Prancis tidak akan menyerah begitu saja.
Ia mengakui kekuatan Timnas Spanyol. Namun ia menyebut bahwa anak asuh Luis De La Fuente itu memiliki sejumlah kelemahan yang bisa dimaksimalkan oleh Prancis di laga ini.
Baca Juga: Waduh, Wasit Kontroversial Pimpin Laga Inggris Kontra Belanda
“Mereka [Timnas Spanyol] memainkan permainan yang sungguh luar biasa sepanjang turnamen ini. Mereka memiliki dua pemain sayap yang mampu menusuk ke area penalti lawan, dan mereka mampu mencetak gol dari berbagai posisi,” buka Rabiot di laman resmi Euro 2024.
“Mereka [Timnas Spanyol] adalah tim yang sangat komplet, di mana mereka punya kemampuan yang bagus. Namun mereka juga punya kelemahan dan kami percaya bahwa kami bisa memanfaatkan kelemahan-kelemahan itu untuk meraih kemenangan di laga ini.”
Lebih lanjut, Rabiot juga dimintai tanggapan mengenai siapa pemain Spanyol yang berpotensi jadi masalah tersendiri bagi Prancis. Ia mengakui bahwa Lamine Yamal benar-benar akan jadi lawan yang sulit bagi timnya.
“Dia [Lamine Yamal] adalah pemain yang mampu mengatasi tekanan dengan baik. Dia sudah membuktikan bahwa ia mampu bermain di Barcelona dan ia juga membuktikan ia layak bermain di turnamen seperti ini,” sambung Rabiot.
“Kami tahu bahwa dia pemain yang sangat berbahaya, karena dia mampu berpikir dengan tenang di segala situasi. Jadi semua tergantung kepada diri kami sendiri apakah kami mampu memberikan tekanan kepadanya, dan membuatnya keluar dari zona nyamannya di pertandingan nanti,” pungkas Rabiot.