
Sumber: Getty/Robbie Jay Barratt
SABANEWSINDO.com – Erik ten Hag sudah mengatakan kalau masalahnya dengan Jadon Sancho telah selesai. Meski begitu, sejumlah kalangan mengaku tidak percaya dan memprediksi adanya masalah lagi di kemudian hari.
Ten Hag dan Sancho saling bertukar kata di depan publik pada awal musim 2023/24 kemarin. Semua bermula ketika sang pelatih mengkritik kontribusi Sancho di sesi latihan rutin yang dirasanya tidak maksimal.
Sancho merasa omongan Ten Hag tak mendasar, dan balik mengkritiknya melalui media sosial. Hal itu membuat dirinya kehilangan tempat di skuat utama dan harus dipinjamkan ke Borussia Dortmund pada bulan Januari.
Masa pinjamannya di Jerman berakhir, dan Sancho pun harus pulang ke Old Trafford. Diketahui bahwa dirinya telah bertemu Ten Hag dan menjalani diskusi positif, sehingga publik mengetahui bahwa masalah telah usai.
Namun tidak semua orang yakin bahwa keduanya tidak akan saling pecah kongsi lagi. Keraguan terpancar dari mantan pemain The Red Devils, Dwight Yorke. Pertama, ia merasa bahwa keduanya merasa terpaksa untuk baikan.
Baca juga: Menang Di Pramusim, Erik Ten Hag Dorong Jadon Sancho “Ngeklik” Lagi Dengan Skuad
“Ini skenario yang aneh dengan Jadon Sancho, dan saya rasa tidak ada pihak menduga akan mengalaminya. Ten Hag tidak seharusnya menjuarai Piala FA, tapi dia menang,” kata Yorke kepada BoyleSports.
“Jadon Sancho tidak menyangka Ten Hag bakal menang, yang akan menyebabkan sang pelatih dipecat dan dia bisa kembali. Namun, Sancho punya kontrak tiga tahun dan salah satu pemain dengan gaji tertinggi.”
“Hanya ada sedikit klub di seluruh dunia yang mampu membayar gajinya, jadi dia tidak akan pindah ke mana pun. Sehingga itu menimbulkan dileman. Bagaimana cara anda menyelesaikan situasi ini?”
“Anda melakukan obrolan empat mata dan mencoba untuk menyelesaikan keseluruhan perselisihan. Masalahnya bakal datang jika mereka tidak memulai dengan baik lalu kalah dalam pertandingan,” lanjutnya.
“Saya pikir mereka akan saling menyalahkan lagi. Ini adalah situasi yang perlu diperhatikan dan semuanya baik-baik saja untuk mencoba berbaikan. Namun jika semuanya gagal, maka hal ini dapat meledak di hadapan sang pelatih.”
(BoyleSports)