
Sumber: Getty/Marco Mantovani
SABANEWSINDO.com – Kabar buruk menimpa AC Milan baru-baru ini. Salah satu rekrutan terbarunya, Alvaro Morata, ditimpa sial lantaran harus menepi dari lapangan akibat cedera. Ia terpaksa absen dalam dua partai Rossoneri berikutnya di Serie A.
Morata sempat menjalani debut ketika Milan bertemu Torino dalam laga pekan perdana Serie A akhir pekan kemarin. Masuk sebagai pengganti, ia turut menyumbang satu gol yang membuat Rossoneri terhindar dari kekalahan.
Namun setelah pertandingan berakhir, ia dinyatakan mengalami cedera otot dan harus absen selama 20 hari. Dan ternyata, baru-baru ini diketahui kalau Morata sejatinya telah mengalami cedera sebelum pertandingan digelar.
Dengan ini, dapat dipastikan kalau Morata bakal absen saat Milan bertemu Parma dan Lazio. Lantas, siapa yang bisa jadi penggantinya di lini depan? Gazzetta dello Sport mengangkat tiga nama untuk didiskusikan.
Nama pertama yang masuk ke dalam daftar pengganti Morata adalah Noah Okafor. Tidak hanya karena dia sukses mencetak gol penyama kedudukan saat bertemu Torino, tapi juga karena terlihat cocok dengan sistem permainan Milan.
Baca juga: Done Deal! Juventus Segera Daratkan Pierre Kalulu dari AC Milan
Kemudian ada juga nama Luka Jovic, yang memang dikenal sebagai seorang penyerang murni. Namun Gazzetta merasa bahwa pria berdarah Serbia itu lebih ke striker pendukung ketimbang ujung tombak utama.
Oleh karenanya, Jovic diprediksi akan menduduki bangku cadangan ketika bertemu Parma nanti. Sama halnya dengan kandidat pengganti Morata terakhir, yang merupakan bomber muda, Francesco Camarda.
Pemain berusia 16 tahun itu sekarang ditempatkan di skuat Milan Futuro yang bermain di Serie C. Namun ia diyakini akan dipromosikan ke skuat utama untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Morata.
Perlu digarisbawahi bahwa Milan sangat meyakini potensi besar dalam diri Camarda. Sebagaimana yang dikatakan oleh sang legenda klub, Zlatan Ibrahimovic. “Rencananya adalah menyiapkan jalan buat Camarda untuk masuk ke tim utama.”
“Dia cerdas dan tahu cara bergerak di lapangan. Kemudian, tentu saja, fisik juga diperlukan. Bek Serie C jauh lebih kejam dibandingkan dengan Primavera. Mereka tidak punya rasa ampun dan akan melakukan segalanya untuk membuatnya berpikir kalau dia tidak punya urusan di Serie C,” tutupnya.
(Gazzetta dello Sports)