
Sumber: Getty/Olivier Anrigo
THESABASPORTSINDO.COM – Pembalap Ducati, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia memberikan komentar usai ia gagal finish di MotoGP Emilia Romagna. Ia menyebut bahwa kecelakaan tunggal yang ia dapatkan di balapan kali ini dikarenakan masalah ban.
Bagnaia memang mengawali balapan ini dengan baik. Memenangkan sprint race, ia memimpin balapan dari posisi nomor satu.
Sepanjang balapan, Pecco bisa dikatakan tampil dengan baik. Meski memang Jorge Martin menempel ketat dirinya dan terjadi saling salip di sepanjang balapan.
Namun Pecco mengalami musibah di menjelang akhir balapan. Ia mengalami kecelakaan tunggal sehingga ia gagal finish di balapan kali ini.
Pecco kecewa berat ia gagal finish ketika ia berpeluang menjadi juara GP kali ini. Ia menyebut bahwa ada masalah di bannya yang menyebabkan ia tidak tampil optimal di laga ini.
Baca Juga: Hasil MotoGP Emilia Romagna: Enea Bastianini Jadi Juara, Pecco Bagnaia Bikin Blunder
“Sejak start balapan, saya berkata kepada diri saya bahwa saya bisa mengatur kecepatan motor saya, dan saya mampu untuk mengontrol jarak dengan pesaing saya,” buka Bagnaia kepada MotoGP.
“Namun di balapan kali ini, saya kehilangan banyak waktu saat melakukan akselerasi. Setelah itu ban belakang saya di lap pertama di tikungan ke-13. Ban belakang saya baru berfungsi bekerja dengan optimal setelah 15 laps dan itu merupakan sesuatu yang luar biasa,” keluh sang pembalap.
Bagnaia menyebut bahwa masalah ban ini benar-benar jadi masalah baginya di balapan ini. Situasi bannya itu membuatnya tidak tampil optimal di laga ini.
“Saya terus mencoba untuk memacu motor saya namun tanpa terlalu mengandalkan ban depan saya, karena saya merasa tidak nyaman dengan ban depan saya,” sambung Bagnaia.
“Di balapan tadi saya mengerem motor saya sekitar 18 atau 20 meter lebih awal ketimbang saat saya mencatatkan lap tercepat saya. Yang saya heran adalah sangat mustahil kehilangan cengkraman ban depan seperti ini ketika balapan dalam kondisi kering.”
“Segalanya terasa aneh hari ini, namun situasi yang sama terjadi di dua dari tiga Grand Prix terakhir, jadi saya punya firasat hal yang sama akan terjadi di balapan berikutnya,” ia menandaskan.