
Sumber: Getty/Danilo Di Giovanni
THESABASPORTSINDO.COM – Sebuah pengakuan menarik dibuat oleh Fabio Quartararo. Pembalap asal Prancis itu mengakui bahwa ia sempat nyaris meninggalkan Yamaha beberapa tahun yang lalu.
Quartararo mengawali karirnya di MotoGP pada tahun 2019 silam. Pada saat itu, ia direkrut Yamaha usai membela Speed Up Racing di Moto2, di mana ia diletakkan di tim satelit Yamaha pada saat itu, Petronas Yamaha.
Di tahun 2021, Quartararo dipromosikan ke tim pabrikan Yamaha, yaitu Monster Energy Yamaha. Ia pada saat itu ditunjuk untuk menggantikan Valentino Rossi.
DI musim perdananya bersama tim pabrikan Yamaha, Quartararo tampil gemilang. Ia berhasil dinobatkan menjadi juara MotoGP saat musim masih menyisakan dua balapan lagi.
Quartararo menyebut bahwa ada kisah menarik di balik musim perdananya bersama Yamaha itu. Ia mengakui mempertimbangkan untuk cabut dari Yamaha setelah menjadi juara dunia.
Baca Juga: Aleix Espargaro Sanjung Habis Ducati: Mereka Berada di Level yang Berbeda!
Dalam wawancaranya di Motospint, Quartararo mengakui bahwa ia hampir pindah ke klub lain di tahun 2022 kemarin, padahal ia baru saja meraih gelar juara dunia bersama Yamaha.
“Di akhir 2021, saya kebetulan memenangkan gelar juara. Namun sejujurnya di tahun 2022 saya benar-benar mempertimbangkan untuk berganti tim,” ungkap samg pembalap.
“Situasinya pada saat itu tidak memungkinkan bagi saya untuk pindah, karena tim ini baru saja memenangkan kejuaraan. Namun pada saat itu saya rasa kami akan bergerak maju namun kenyataannya tidak demikian dan sekarang kami mencoba untuk kembali bekerja di jalan yang benar.”
Quartararo mengakui bahwa kondisi Yamaha belakangan ini masih kurang maksimal. Namun ia optimistis timnya bisa bersaing dengan Ducati untuk menjadi juara MotoGP 2025 mendatang.
“Tahun lalu jadi momen yang sulit bagi kami, terutama pada periode Maret hingga Juli. Pada saat itu, anda yang semula bertaruk untuk memenangkan segalanya, tiba-tiba hanya mampu bersaing untuk 10 besar dan itu berpengaruh pada mental saya,” sambung Quartararo.
“Perlahan tapi pasti, saya mencoba untuk mengubah mentalitas saya. Saya mencoba untuk lebih optimistis, karena Yamaha yang semula peringkat 1 bisa turun ke peringkat 10, maka kami bisa melakukan hal yang sebaliknya meski memang itu akan jadi sesuatu yang susah,” sambung Quartararo.
“Sekarang kami mulai menunjukkan tanda-tanda perkembangan, namun kami kekurangan motor di atas lapangan. Di tahun 2025 nanti kami akan kedatangan tim pramac, dan kami akan mendorong diri kami untuk berkembang lebih baik lagi.”
“Namun saya harus bilang bahwa melakukan sesuatu yang benar terkadang tidak memberikan dampak instan bagi anda. Mungkin perlu waktu yang tidak sebentar hingga tim ini kembali bersaing,” ia menandaskan.