
Sumber: Getty/Lionel Hahn
SABANEWSINDO.com – Barcelona mencatatkan hasil yang memuaskan kala menjamu Bayern Munchen di ajang Liga Champions baru-baru ini. Dan itu mungkin akan sulit tercapai jika mereka membiarkan Raphinha pergi dalam beberapa kesempatan.
Pertandingan tersebut digelar di markas sementara Barcelona, Stadion Olimpiade Lluis Companys. Bermain sebagai tuan rumah membuat klub asuhan Hansi Flick jadi percaya diri dan langsung menggebrak sejak awal.
Raphinha menjadi bintang utama pada laga ini karena berhasil mencetak hattrick. Keran golnya dibuka ketika pertandingan belum berjalan semenit, dengan memanfaatkan assist dari Fermin Lopez.
Dua gol lainnya datang pada menit ke-45 dan 56. Ditambah dengan aksi Robert Lewandowski pada menit ke-36, Barcelona pun bisa keluar sebagai pemenang dengan skor telak 4-1. Jelas ini bukan skor yang diduga-duga.
Kemenangan ini mempertegas kontribusi Raphinha kepada Barcelona yang luar biasa musim ini. Catatan hattrick membuat dirinya mengantongi total sembilan gol dan delapan assist hanya dari 13 pertandingan saja.
Baca juga: Barcelona 4-1 Bayern Munchen: Selamat Datang di Raphina Show!
Dan karena kontribusi tersebut, Barcelona mampu menduduki peringkat teratas klasemen La Liga. Jalan ceritanya tentu bisa berubah andai Raphinha dan Barcelona sepakat untuk pisah jalur. Raphinha mengakui bahwa kesempatan cabut selalu ada.
“Ada beberapa momen, tidak hanya sekali. Enam bulan pertama di sini, periodenya dari bursa transfer musim panas hingga Piala Dunia, adalah musim di mana saya gagal mencatat permulaan terbaik, jadi saya kepikiran buat meninggalkan klub.”
“Ada keraguan pada diri sendiri. Saya punya kebiasaan buruk yaitu mengkritik diri sendiri secara berat, sehingga tekanan itu membuat saya berpikir untuk pergi. Lalu, tentu saja, setelah Piala Dunia saya mengalami perubahan besar,” lanjutnya.
“Musim lalu, setelah cedera yang dialami, mendapatkan kartu merah [melawan Getafe di laga pertama musim tersebut], dan juga pada akhir musim, melihat banyak hal yang berkata bahwa klub ingin menjual saya.”
“[Disebutkan juga] kalau fans menginginkan saya pergi, itu juga membuat saya kepikiran buat cabut, untuk mencari tempat baru yang tidak memiliki tekanan,” tutup cerita Raphinha ketika bertemu dengan ESPN.
(ESPN)