
Sumber: Getty/DeFodi Images
SABANEWSINDO.com – Kenan Yildiz mengambil keputusan yang terbilang cukup berani pada usianya yang masih muda. Ia memilih meninggalkan klub raksasa Jerman, Bayern Munchen, demi bergabung dengan Juventus.
Pada usia muda, beberapa pemain cenderung memilih untuk bertahan di satu klub guna menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Menembus skuat utama adalah sebuah target pertama yang seharusnya mereka pikirkan.
Yildiz mungkin bisa mendapatkan kesempatan itu di Bayern Munchen, yang cukup mengedepankan pengembangan sosok muda. Namun alih-alih melanjutkan karir di Allianz Arena, pria asal Turki itu malah memilih pindah ke Juventus.
Sebuah keputusan yang berani, mengingat Juventus juga tidak bisa memberikan jaminan kalau Yildiz bakal langsung masuk ke skuat inti. Bahkan Yildiz diproyeksikan menimba ilmu di skuat Juventus NextGen terlebih dahulu.
Keputusan berani akan diganjar dengan bayaran setimpal, mungkin itu yang dipikirkan oleh Yildiz. Semesta mengabulkan, karena Juventus langsung memberinya kesempatan untuk main di skuat inti tak lama setelah pindah ke Italia.
Baca juga: Thiago Motta Jelaskan Alasan Juventus Tumbang di Tangan Stuttgart
Kini Yildiz menjadi salah satu pemain penting, dan bahkan memakai No.10 yang sakral di Juventus. La Gazzetta dello Sport mengajaknya kembali mengenang apa yang dipikirkan olehnya ketika memutuskan cabut dari Bayern Munchen.
“Juventus menawari saya kesempatan yang lebih baik. Proyek mereka sangat meyakinkan, dan saya merasa termudahkan bahkan sejak momen pertama,” cerita Yildiz kepada Gazzetta dello Sport.
Kesempatan bermain bukan satu-satunya hal yang diberikan Juventus kepadanya. Yildiz juga mengatakan kalau Bianconeri telah memberinya pengalaman baru, yakni bermain pada posisi yang lebih ke depan.
“Saya selalu bermain di tengah ketika di tim muda, kemudian mereka memindahkan saya ke posisi sayap ketika di Juventus. Saya bermain di manapun yang mereka butuhkan,” penyerang berusia 19 tahun itu melanjutkan.
Sekarang Yildiz memusatkan fokusnya untuk memberikan kontribusi kepada tim. “Sepak bola bukan cuma soal gol. Akan lebih baik ketika anda mencetak gol, tapi saya hanya fokus ke permainan dan apa yang pelatih minta,” pungkasnya.
(Gazzetta dello Sport)