
Sumber: Getty/Robertus Pudyanto
SABANEWSINDO.com – Performa konsisten dari bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, bukannya tercipta secara tiba-tiba. Ia bisa bermain dengan baik di hampir setiap pertandingan karena dibentuk bermental baja oleh sang pelatih, Shin Tae-yong.
Performa Rizky Ridho selama babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 terus mengundang apresiasi dari berbagai kalangan. Bisa dibilang, pemain berusia 23 tahun tersebut sangat jarang tampil mengecewakan dalam berbagai kesempatan.
Ia bahkan masih mampu bersaing di tengah kedatangan banyak pemain naturalisasi pada sektor pertahanan. Hal ini membuat apresiasi dari masyarakat Indonesia terhadap dirinya semakin besar.
Namun untuk mencapai itu, Ridho harus melewati jalan yang cukup terjal. Ridho seringkali terlihat akrab dengan sang pelatih, Shin Tae-yong. Namun tak banyak yang tahu bahwa Ridho sempat dimaki habis-habisan oleh pria asal Korea Selatan itu.
“Rizky Ridho adalah tipe pemain yang sangat stabil. Dia jadi salah satu pemain yang bisa bertahan cukup lama bersama Shin Tae-yong,” tutur asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto, dalam kanal Youtube Nusantara TV.
Baca juga: Kalahkan Arab Saudi, Timnas Indonesia Selangkah Lebih Dekat Lolos ke Piala Dunia 2026
“Dalam perjalanannya, Ridho juga pernah dimaki habis-habisan. Jadi ceritanya, itu terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang digelar saat Covid-19 di Uni Emirat Arab. Saat itu kami bertemu dengan Thailand dan Vietnam.”
“Pokoknya ada satu momen di mana Ridho dimaki-maki. Dan itu menurut saya membuat Ridho makin jadi secara mental. Ini yang membuat dia bisa bersama Coach Shin dalam waktu yang lama,” lanjutnya lagi.
Performa konsisten ini membuat Ridho seringkali diminta oleh publik untuk melanjutkan karirnya di luar negeri. Seperti yang diketahui, ia masih bermain di Liga 1 memperkuat salah satu tim besar Indonesia, Persija.
Banyak yang meyakini kalau Ridho sudah mampu bersaing di level tinggi. Bahkan Nova Arianto beberapa kali meminta dia untuk meninggalkan zona nyaman demi mengejar karir di luar Indonesia.
“Dia semakin tenang dan matang. Saya berharap Ridho bisa bermain di luar negeri. Secara level, dia sudah bisa. Kalau dia terlalu nyaman, dia tidak akan berkembang,” tutup pria berusia 45 tahun tersebut.
(Bola.com)