
Sumber: Getty/Giuseppe Cottini
SABANEWSINDO.com – Perjalanan Sergio Conceicao sebagai pelatih klub raksasa Serie A, AC Milan, dipastikan tidak akan mudah.
AC Milan resmi menunjuk Conceicao sebagai pelatih baru tepat di hari terakhir di tahun 2024, tepatnya pada Selasa (31/12/24) kemarin. Keputusan itu diumumkan secara resmi hanya selang beberapa jam setelah surat pemecatan Paulo Fonseca beredar.
Publik diharapkan untuk tidak terkejut kalau Conceicao hanya bertahan sebentar di kursi kepelatihan Milan. Bukan karena dirinya sangat mungkin dipecat, tapi lebih kepada kontrak pelatih berdarah Portugal itu hanya memiliki durasi singkat.
Ya, Rossoneri mengikat mantan nahkoda FC Porto tersebut sampai akhir musim 2024/25 saja. Tepatnya pada bulan Juni mendatang. Namun kontrak itu sendiri bisa diperpanjang selama satu tahun lagi jika Milan sudah merasa puas dengan pencapaiannya.
Jadi, bisa dibilang Conceicao hanya memiliki waktu enam bulan untuk membuktikan kalau dirinya pantas menjadi pelatih Alvaro Morata dkk. Tentu itu sangat singkat. Pekerjaannya pun tidak akan mudah, sebab ada beberapa masalah yang harus diselesaikan.
Baca juga: Perihal Pemecatan Paulo Fonseca, Zlatan Ibrahimovic: Saya Minta Maaf!
Pertama, seperti yang disorot La Gazzetta dello Sport, Conceicao harus memperbaiki mentalitas para pemain. Ia diharapkan mampu mendongkrak motivasi dan memberikan kemampuan kepada mereka untuk bisa bangkit setelah mengalami kemunduran.
PR berat lainnya berkaitan dengan konsistensi. Masalah ini sendiri sejatinya sudah terjadi pada era kepelatihan Stefano Pioli. Fonseca melakukan sedikit perubahan, tapi tidak begitu signifikan hingga akhirnya berujung pada pemecatan.
Tugas berikutnya adalah memberikan identitas kepada permainan Rossoneri. Mereka memang tidak terlihat jelas, di mana Fonseca mencoba untuk mempertahankan sedikit dari gaya bermain Pioli sembari mencoba mengirimkan keinginannya kepada pemain.
Dalam kasus ini, Conceicao mungkin harus memulai dari belakang dan memperbaiki kekuatan lini pertahanan Milan. Baru setelahnya mencoba membenahi efektivitas para pemain menyerang untuk menghasilkan lumbung-lumbung gol.
Terakhir adalah mengurus pemain-pemain bintang. Tangan dingin Fonseca sempat membuat dua sosok andalan, Rafael Leao dan Theo Hernandez, jadi diragukan masa depannya. Conceicao diharapkan bisa menjadikan keduanya sebagai poros utama permainan Milan.
(La Gazzetta dello Sport)