
Sumber: Getty/Yasser Bakhsh
SABANEWSINDO.com – Para pemain Real Madrid tidak menjalankan instruksi seperti yang Carlo Ancelotti mau saat dihantam Barcelona dengan skor 2-5.
Seperti diketahui, kedua tim bertatap muka dalam laga final Supercopa de Espana yang digelar di King Abdullah Sports City, Senin (13/1/25) dini hari tadi. Real Madrid harus mengakui keunggulan rival bebuyutannya tersebut dan merelakan gelar diambil oleh mereka.
Padahal, Los Merengues sempat unggul lebih dulu melalui aksi Kylian Mbappe pada menit ke-5. Sayangnya keunggulan tersebut tidak bisa bertahan lama, karena Lamine Yamal berhasil menyamakan skor pada menit ke-22.
Setelah itu, bencana bagi Real Madrid berdatangan secara satu per satu. Robert Lewandowski mencetak gol melalui titik putih pada menit ke-36, disusul Raphinha tiga menit berselang dan Alejandro Balde di masa injury time yang menutup babak pertama dengan skor 4-1.
Raphinha memperparah keadaan dengan gol keduanya di menit ke-48. Ada secercah harapan pada menit ke-56, di mana Wojciech Szczesny menerima kartu merah. Tapi Los Merengues hanya bisa memanfaatkannya dengan mencetak satu gol melalui Rodrygo Goes.
Baca juga: Real Madrid Siap Saingi Chelsea Dalam Perburuan Tanda Tangan Bek Ajax Amsterdam
Kekalahan brutal ini seperti mengingatkan pendukung Real Madrid terhadap kekalahan dalam El Clasico sebelumnya. Di mana mereka juga dihantam tanpa ampun oleh pasukan Hansi Flick dalam ajang La Liga dengan skor telak 0-4.
Carlo Ancelotti selaku pelatih hanya bisa pasrah melihat kekalahan timnya itu. Pria berkebangsaan Italia itu juga kecewa karena timnya bermain dengan buruk dan tak mampu menjalankan instruksi yang diberikan khususnya dalam fase bertahan.
“Kami bertahan dengan buruk, ini melukai kami dalam pertandingan, mereka mencetak gol dengan mudah dan kami tidak bertahan dengan baik saat melakukan tekanan tinggi maupun rendah,” kata Ancelotti seperti dikutip Marca.
“Di jeda babak pertama saya bilang bahwa pertama-tama, kami harus coba bermain karena di babak pertama kami tidak bermain, kami melepaskan umpan panjang tapi tidak begitu rencananya. Rencananya adalah bermain dan kami tidak melakukannya.”
Pada akhirnya, Ancelotti hanya bisa memetik hikmah dari laga kali ini. “Ini adalah malam yang buruk, kami sedih selayaknya para fans kami, ini mengecewakan, kami tidak boleh menyembunyikannya, tapi inilah sepak bola.”
“Terkadang anda mampu meraih kemenangan dan terkandang harus belajar dari kekalahan. Kami harus melihat ke depan, tidak ada lagi yang tersisa di belakang. Kami hanya harus melihat ke depan,” tutup sang pelatih.
(Marca)