Sumber: Reuters/Johanna Garon
SABANEWSID.com – Dengan Max Verstappen sepenuhnya mendominasi balapan Formula 1 di musim 2023 ini, gelar juara dunia ketiga sudah dalam pantauan. Seberapa cepat dia bisa memenangkan kejuaraan dunia Formula 1 2023?
Jawabannya bisa dikatakan tinggal menunggu waktu saja. Sejauh ini Verstappen telah memenangkan sepuluh balapan berturut-turut menjelang Grand Prix Singapura, menjadi juara 12 kali dari 14 balapan di Formula 1 2023.
Verstappen terus memecahkan rekor dengan mencatatkan namanya di buku sejarah. Jelang balapan di seri Singapura, Verstappen sudah unggul 145 poin dari rekan setimnya Sergio Perez, dengan 232 poin di klasemen pembalap.
Sekalipun menang di Singapura (dengan lap tercepat) dan Perez tidak mampu mencetak gol, Verstappen hanya unggul 171 poin menjelang Grand Prix Jepang. Jadi saat ini, Verstappen yang paling awal bisa memenangkan gelar ketiganya adalah di Suzuka.
Baca juga: Red Bull Berpeluang Menangi Gelar Konstruktor Di Singapura
Bergantung pada performa Perez, Qatar bisa menjadi tujuan yang lebih mungkin, terutama dengan poin tambahan yang ditawarkan dalam sprint.
Di bawah ini adalah hitung-hitungan matematis kemungkinan Verstappen bisa menjadi juara dunia:
Seri F1 – Poin Tersedia – Selisih Jarak dengan Perez
Belanda – 258 – 138
Italia – 232 – 145
Singapura – 206 – 171
Jepang – 180 – 197
Qatar (S) – 172 – 205
Qatar – 146 – 231
Amerika Serikat (S) – 138 – 239
Amerika Serikat – 112 – 264
Meksiko – 86 – 289
Brasil (S) – 60 – 297
Brasil – 52 – 323
Las Vegas – 26 – 359
Abu Dhabi – 0 – 387
Sementara untuk juara dunia konstruktor di seri balap Formula 1 2023 ini kemungkinan besar akan diraih Red Bull di GP Singapura. Di Singapura, Red Bull sudah mengumpulkan 583 poin, unggul 310 poin dari peringkat kedua Mercedes, dan Ferrari tertinggal 45
Perhitungannya relatif sederhana. Red Bull hanya harus finis di posisi satu-dua untuk mengamankan gelar konstruktor. Hasil tersebut akan memberi Red Bull 43 poin, dengan harapan Mercedes tidak mencetak poin demi mencapai keunggulan 353 poin yang mereka butuhkan.
Jika Max Verstappen atau Sergio Perez mendapatkan poin bonus untuk putaran tercepat balapan, maka satu poin untuk Mercedes akan memberi Red Bull gelar juara. Selama Mercedes mencetak dua poin atau lebih, Red Bull tidak bisa menjadi juara di Singapura.