SABANEWSID.com – Tim nasional Afghanistan dan Suriah mengumumkan mundur dalam keikutsertaan di cabang sepak bola Asian Games 2023 hari ini, Senin (18/9). Keputusan untuk mundur tersebut disebut merugikan tim nasional Indonesia U-24.
Dilaporkan ASEAN Football, Afghanistan dan Suriah memutuskan mundur sehari sebelum kick off untuk cabang sepak bola, yang bakal dimulai pada 19 September mendatang. Kedua tim tersebut berada di grup yang sama, yaitu di Grup C, yang juga diisi oleh Uzbekistan dan Hong Kong.
Sumber: ASEAN Football
”Afghanistan tidak berpartisipasi di cabang sepak bola Asian Games 2023 di Tiongkok karena alasan keuangan,” demikian pengumuman dari Kantor Berita Afghanistan, Ariana News, Senin (18/9). Alasan yang sama juga menjadi penyebab Suriah mundur.
Dengan situasi tersebut, Uzbekistan dan Hong Kong akan saling bertemu satu sama lain untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara grup dan runner up untuk lolos ke babak 16 besar.
Baca juga: Mengapa Ramadhan Sananta Batal Dibawa Timnas Indonesia U-24 ke Asian Games 2023?
Namun, mundurnya Afghanistan dan Suriah itu memicu masalah baru, yang juga berpengaruh pada kans tim nasional Indonesia U-24 dan tim lain untuk lolos ke 16 besar. Pasalnya, diperkirakan akan ada perubahan sistem dan format pertandingan di fase grup.
Sistem kompetisi sebelumnya membagi 23 tim dalam enam grup. Semua grup berisi masing-masing empat tim, sementara Grup D hanya berisi tiga tim. Pembagian grupnya bisa dilihat di bawah ini:
Grup A : China, India, Bangladesh, Myanmar
Grup B : Saudi Arabia, Iran, Vietnam, Mongolia
Grup C : Uzbekistan, Afghanistan, Suriah, Hong Kong
Grup D : Jepang, Palestina, Qatar
Grup E : Korsel, Bahrain, Thailand, Kuwait
Grup F : Indonesia, Korea Utara, Kirgistan, Taiwan
Dengan menggunakan sistem setengah kompetisi, juara dan runner up grup dipastikan lolos ke fase berikutnya. Sementara empat tim lain merupakan tim yang menempati peringkat tiga terbaik.
Dengan mundurnya Afghanistan dan Suriah, ada kemungkinan sistem berubah di fase gugur. Jika kompetisi masih dimainkan dengan memainkan babak 16 besar, maka jatah empat tiket dari peringkat tiga terbaik akan dibagi langsung kepada tim yang menempatinya.
Akan tetapi, jika format laga berubah, dengan menghapus babak 16 besar dan langsung masuk ke delapan besar, kans tim nasional Indonesia U-24 untuk lolos menjadi jauh lebih berat. Karena hitung-hitungannya bisa berubah menjadi juara grup menjadi tim yang langsung lolos ke fase gugur, dan dua tempat lainnya akan diperebutkan oleh runner up terbaik.
Sampai sehari sebelum kick off, pihak penyelenggara belum mengumumkan sistem kompetisi seperti apa yang akan diambil.