
Sumber: Instagram @marcmarquez93
SABANEWSID.com – Marc Marquez masih berada di ambang pintu keluar dari Repsol Honda. Dan jika sang pembalap bisa benar-benar meninggalkan timnya saat ini, Ducati Gresini sudah siap membuka pintu lebar-lebar untuknya.
Isu kepergian Marquez dari Honda sudah beredar selama beberapa pekan terakhir. Pasca MotoGP Misano, Marquez telah menyatakan bahwa dirinya akan membuat keputusan sebelum membalap di seri Jepang.
Namun hingga saat ini, Marquez tak kunjung memberikan jawaban. Ia beberapa kali mengaku sudah memiliki banyak rencana. Akan tetapi, meninggalkan Honda tidak semudah yang dibayangkan banyak orang.
Hal ini disebabkan oleh kontrak yang mengikat Marquez dengan Honda hingga tahun 2024. Laporan menyebutkan bahwa kontrak Marquez tidak meliputi ‘klausul pemutusan’, sehingga kepindahan harus berdasarkan kesepakatan.
Di sini masalah utamanya. Honda diketahui tak mau memberi pintu keluar untuk Marquez. Meskipun sang Presiden, Koji Watanabe, dan Alberto Puig selaku manajer tim pernah berkata kalau Honda takkan menahan pembalap pergi.
Baca juga: ‘Kalau Marc Marquez ke Ducati, Pembalap Lain Boleh Tinggal Di Rumah’
Jika jadi pindah, Ducati Gresini disebut-sebut sebagai tempat berlabuh Marquez dalam MotoGP 2024 mendatang. Gresini sendiri siap memberikan tempat untuk pria asal Spanyol itu jika datang dan menawarkan jasanya.
“Gresini memiliki Ducati dan, jika Marquez datang mengetuk pintu, motor itu akan menjadi miliknya. Siapa yang tak ingin memiliki pembalap seperti dia?” kata kepala tim Gresini, Carlo Merlini, kepada AS.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, juga berbicara perihal Marquez. “Ducati harus tepat dengan motor dan juga para pembalapnya, sebab itu harus menjadi yang pertama, kedua, dan ketiga,” tuturnya.
“Dan, jika mereka juga bisa memiliki Marc, kami tahu dia sangat bagus dan kami akan lihat tahun depan, apa yang mampu dia lakukan jika datang,” lanjutnya.
Sekarang publik tinggal menunggu keputusan Marquez. Sang pembalap sendiri mengaku tidak akan memaksa keluar jika kondisinya tidak memungkinkan. “Ini harus baik untuk kedua belah pihak,” katanya beberapa waktu lalu kepada Sky.
(Crashnet)