
Sumber: Situs Resmi Liverpool
SABANEWSID.com – Huru-hara yang disebabkan VAR membuat pertemuan antara Liverpool dengan Tottenham di Premier League berakhir ramai. Seperti diketahui, mereka sejatinya bisa unggul lebih dulu. Tetapi gol yang dicetak Luis Diaz harus dianulir.
Pertandingan berlangsung berat untuk the Reds. Mereka bermain dengan 10 orang sejak menit ke-26 lantaran Curtis Jones dikartu merah. Sang gelandang disusul Diogo Jota yang bernasib sama pada menit ke-69.
Ketika masih bermain dengan 10 orang, Luis Diaz sempat mencetak gol dan membuat Liverpool unggul. Namun wasit menganulir gol tersebut lantaran melihat Diaz berada di posisi offside, dan VAR tidak mengintervensi.
Kesalahan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh badan wasit Premier League (PGMOL). Hal ini memicu reaksi dari Liverpool. Jurgen Klopp sempat meminta pertandingan diulang, dan kemudian meralat pernyataannya.
Apakah pertandingan bisa diulang? Menurut Laws of the Game, laga Tottenham vs Liverpool tidak layak untuk diulang. Namun ada beberapa pertandingan lain dalam sejarah sepak bola yang lebih layak untuk digelar kembali. Berikut daftarnya.
Baca juga: Liverpool Tidak Minta Laga vs Tottenham Diulang, Klopp: Kami Sudah ‘Move On’ Kok
Besiktas vs Genclerbirligi (2005)
Ada tendangan bebas yang kontroversial pada laga ini. Pada menit ke-58, tim tamu mendapatkan tendangan bebas. Wasit bernama Kuddusi Muftuoglu mempersilahkan tendangan bebas dilakukan.
Bola masuk ke gawang. Namun Muftuoglu melihat adanya kesalahan di pagar betis tim yang bertahan. Ia meniup peluit untuk kedua kalinya dan seharusnya tendangan bebas dilakukan lagi.
Namun pada akhirnya, ia membiarkan gol terjadi. Muftuoglu mengakui kesalahannya dalam laporan pertandingan hingga FA Turki meminta duel digelar kembali. Pertemuan kedua hanya menghasilkan skor imbang 0-0.
Afrika Selatan vs Senegal (2017)
Laga kualifikasi Piala Dunia 2018 antara Afrika Selatan kontra Senegal dihiasi oleh kontroversi karena sang wasit, Joseph Lamptey. Pada laga itu, Afrika Selatan dihadiahi penalti saat Kalidou Koulibaly melakukan handsball.
Namun dari tayangan ulang, bola terlihat tidak mengenai tangan Koulibaly, melainkan lututnya. Penalti tetap dilakukan dan Thuani Hlatshwayo berhasil mengkonversinya jadi gol, sehingga Afrika Selatan menang dengan skor 2-1.
Lamptey kemudian mendapatkan larangan memimpin laga seumur hidup dari FIFA usai ditemukan bersalah karena manipulasi pertandingan. Duel kemudian diulang pada bulan November 2017, di mana Senegal menang 2-0.
Arsenal vs Sheffield United (1999)
Kontroversi di laga ini dilakukan oleh momen lemparan ke dalam. Pada suatu momen, Alan Kelly dari Sheffield United membuang bola keluar lapangan usai melihat rekan setimnya, Lee Morris, mengalami cedera.
Pemain Arsenal, Ray Parlour, melempar bola ke arah Kelly untuk memulai pertandingan kembali. Namun Nwankwo Kanu justru melanggar aturan tak tertulis dengan merebut bola dan mengopernya ke Marc Overmars untuk mencetak gol.
Kanu salah memahami momen tersebut. Namun wasit tetap mensahkan gol yang dicetak Overmars. Pelatih the Gunners, Arsene Wenger, menawarkan pertandingan diulang di Highbury dan diterima pihak Sheffield. Pertandingan tersebut tetap berakhir dengan kemenangan Arsenal 2-1.
(Planet Football)