
Sumber: Instagram @inter
SABANEWSID.com – Derby d’Italia akan digelar sebentar lagi. Duel bergengsi yang mempertemukan dua raksasa Serie A, Juventus dan Inter Milan, akan tersaji di Allianz Stadium pada hari Senin (27/11/2023) mendatang.
Pertandingan ini bakal seru karena kedua tim sedang memperebutkan puncak klasemen sementara. Inter saat ini menduduki peringkat teratas, disusul Juventus menempat posisi kedua.
Juventus dan Inter Milan hanya terpaut dua poin saja. Jadi tidak heran kalau Derby D’Italia diyakini bakal berlangsung sengit. Prediksi soal jalannya pertandingan pun bermunculan meski masih ada pekan internasional.
Salah satu prediksi datang dari mantan pelatih AC Milan dan Timnas italia, Arrigo Sacchi. Ia meyakini kalau laga ini bakal menjadi ujian berat buat masing-masing tim. Sacchi merasa kedua tim akan bertanding dengan seimbang.
“Ini akan menjadi ujian pertama yang sesungguhnya musim ini. Baik untuk Juventus dan juga Inter. Bukan berarti kedua tim belum melewati ujian yang berat,” tulis Sacchi dalam kolom di Gazzetta dello Sport, dikutip Football Italia.
Baca juga: Juventus Mulai PDKT ke Jadon Sancho, Bagaimana Respon Manchester United?
“Duel langsung selalu seperti itu, ditambah lagi dengan tambahan kondisi sekarang bisa memberikan jawaban jujur perihal masa depan.”
“Dimulai dari fakta bahwa baik Bianconeri dan Nerazzurri sedang dalam kondisi fisik yang baik, dan kedua klub akan memberikan beberapa pemain untuk sejumlah tim nasional, mari mencoba membaca tantangan sejak sekarang.”
Sacchi menjelaskan prediksi tentang bagaimana pertandingan akan berjalan nantinya. Ia percaya Juventus akan menerapkan strategi serangan balik, sementara Inter yang berlaku sebagai tim tamu bakal lebih banyak menekan.
“Seperti apa pertandingannya? Saya meyakini Juventus masih terkait dengan permainan tradisional, membangun pertahanan dan menyerang balik. Dan saya meyakini Inter bakal mencoba mengambil alih lapangan dan mendominasi.”
“Belakangan ini Juventus mengalami beberapa masalah mayor dan sekarang memiliki motivasi kuat untuk bereaksi terhadap kesulitan dan menjadi pemimpin lagi [di klasemen],” lanjut Sacchi.
“Tim Allegri, yang tidak bermain di Eropa, bisa berlatih sepanjang pekan, menghindari bepergian dan kemungkinan cedera, bisa mematikan ketika mengekspresikan diri dalam serangan balik.”
“Tugas Inter adalah menghindari serangan balik cepat Juventus. Caranya? Satu kata sudah cukup: menekan. Butuh keberanian untuk melakukannya dan pengetahuan untuk selalu berada di jarak yang tepat antar lini,” tambahnya.
(Gazzetta dello Sport via Football Italia)