
Sumber: Instagram @declanrice
SABANEWSID.com – Nilai transfer setinggi langit kerap kali menjadi momok bagi seorang pesepakbola. Tidak terkecuali Declan Rice, yang direkrut Arsenal pada bursa transfer musim panas kemarin dengan mahar 105 juta pounds.
Arsenal harus memenuhi permintaan harga dari klub lama Rice, West Ham, untuk bisa mencapai kesepakatan. Tidak heran, sebab Rice tampil gemilang dan sukses menarik banyak perhatian selama membela klub berjuluk the Hammers itu.
Sudah bukan rahasia lagi kalau harga, untuk beberapa pemain, bisa menjadi momok besar. Tidak jarang dari mereka yang terbebani dengan harga setinggi langit. Sebab, pemain tersebut harus bisa memenuhi ekspektasi.
Harga lebih dari 100 juta euro menuntut seorang pemain untuk tampil konsisten di setiap pertandingan. Jika menurun sedikit saja, mereka jadi bulan-bulanan publik. Pemain Manchester City, Jack Grealish, merasakan pengalaman itu tahun lalu.
Rice juga mengalami masalah serupa ketika mendarat di Emirates Stadium dengan harga setinggi langit tersebut. Untungnya, ia berhasil melewati tantangan dan mampu memberikan kualitas yang sepadan di atas lapangan.
Baca juga: Arsenal Patah Hati, Ilkay Gundogan Fix Takkan Cabut dari Barcelona
“Ketika transfer berhasil, saya merasa sangat gugup karena label harga,” kata Rice seperti dikutip Mirror Sport. “Wajar jika memikirkan itu. Anda manusia yang dibeli seharga 105 juta pounds, tidak terasa sangat normal.”
“Namun itu karena apa yang telah saya lakukan di West Ham, apa yang mereka hargai dari saya. Ketika saya hengkang ke Arsenal, saya hanya berpikir untuk menjadi Declan Rice, jadi diri sendiri, tidak berbeda, semuanya akan berjalan lancar.”
“100 juta pounds, uang yang banyak. Saya bisa memahami tekanan yang datang dari itu. Tidak hanya tekanan yang anda buat sendiri, tapi ada ekspektasi dengan uang segitu kami harus melihat performa bagus secara langsung.”
“Saya ingin membalas budi kepada klub secara langsung. Mereka telah menginvestasikan uang begitu banyak kepada saya, saya harus membuktikan kalau saya bisa ke sana dan mengubah situasi,” lanjutnya.
Tentu, dengan harga segitu dan usia Declan Rice yang belum begitu tua, publik berharap akan ada perkembangan darinya meski telah tampil gemilang. Ini juga yang menjadi objektif utama Rice selama membela Arsenal.
“Anda tak ingin menjadi basi sebagai pesepakbola. Anda selalu ingin berkembang, selalu mencari cara untuk menjadi lebih baik. Saya merasa masih banyak level yang bisa saya capai,” tambah Rice.
“Ini soal keinginan belajar, berlatih di lapangan, dan selalu mendengarkan dengan baik. Hal utama di Arsenal adalah saya memainkan peran yang sedikit berbeda. Ada perbincangan bahwa saya juga bisa bermain lebih baik di lapangan.”
“Itu sedikit baru buat saya. Di Arsenal, kami mungkin akan lebih sering melihat bola jadi ini soal menjadi sedikit lebih agresif,” pungkasnya.
(Mirror Sport)