
Sumber: Instagram @realmadrid
SABANEWSID.com – Jude Bellingham menjadi salah satu kunci kemenangan Real Madrid kala menjalani laga lanjutan fase grup Liga Champions hari Kamis (30/11/2023). Kendati demikian, ia juga melakukan kesalahan yang membuat timnya harus kebobolan.
Seperti diketahui, Real Madrid keluar sebagai pemenang dengan skor meyakinkan 4-2. Kendati menang, Los Merengues sempat tertinggal lebih dulu setelah Giovanni Simeone sukses menjebol gawang Andriy Lunin di menit ke-9.
Gol tersebut tidak bisa lepas dari kesalahan Jude Bellingham. Pemain berkebangsaan Inggris itu kalah duel dengan Giovanni Di Lorenzo, yang menjadi awal mula dari gol pertama Napoli. Tentu ini bukan hal biasa dari sang bintang.
Bellingham berhasil membayar tuntas kesalahannya lewat gol yang tercipta pada menit ke-22. Aksinya membuat Real Madrid mampu membalikkan skor jadi 2-1, di mana gol sebelumnya dicetak Rodrygo Goes.
Namun kesalahan Bellingham tidak bisa dipandang sebelah mata. Bisa berbahaya jika sang pemain kembali melakukan kesalahan pada laga penting. Namun kesalahan itu sendiri masih bisa dimaklumi sang pelatih, Carlo Ancelotti.
Baca juga: Kejutan! Carlo Ancelotti Dapat Tawaran dari Manchester United!
“Dia bisa saja membantu [Ferland] Mendy, yang posisinya terlalu ke tengah. Tapi tidak ada yang sempurna!” tutur pria asal Italia tersebut ketika diwawancarai Sky Sport Italia usai pertandingan.
Setelah kesalahan dan gol Bellingham sudah terlewati, Napoli berhasil menyamakan kedudukan lagi melalui Andre-Frank Zambo Anguissa. Untungnya dua gol dari Nico Paz dan Joselu membuat Real Madrid bisa keluar sebagai pemenang.
Dengan ini, rekor positif Real Madrid di fase grup musim ini menjadi semakin panjang. Mereka berhasil menyapu bersih lima pertandingan dengan kemenangan dan berhak berada di posisi teratas klasemen Grup C.
Keberhasilan itu tidak bisa lepas dari mental para pemain dalam setiap pertandingan. Bagi Ancelotti, mental pemain memegang peranan kunci dalam keberhasilan Real Madrid memenangkan semua laga yang telah dilakoni.
“Saya pikir kuncinya adalah atmostif yang berada di ruang ganti, dengan para pemain yang sangat fokus dan profesional. Saya pikir itulah yang membuat perbedaan pada malam seperti ini,” pungkasnya.
(Sky Sport Italia)