
Sumber: Getty/Anadolu
SABANEWSINDO.com – Sergio Conceicao terlihat cukup puas dengan keberhasilan AC Milan mengalahkan AS Roma.
Rossoneri menghadapi salah satu klub raksasa Italia tersebut dalam laga perempat final Coppa Italia, Kamis (6/2/2025) dini hari tadi. Bertindak sebagai tuan rumah di San Siro, mereka berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.
Tammy Abraham, yang bertemu dengan mantan klubnya, menjadi bintang dalam laga ini. Ia mengantongi dua gol pada babak pertama yang membuat Milan bisa unggul 2-0. Roma sendiri baru memperkecil kedudukan di menit ke-54 lewat aksi Artem Dovbyk.
Kemenangan dikunci oleh pemain yang baru direkrut dari Chelsea dengan status pinjaman, Joao Felix, pada menit ke-72. Menariknya, gol tersebut lahir berkat bantuan assist dari Santiago Gimenez yang juga menjalani debutnya di laga ini.
Sergio Conceicao menunjukkan rasa puas atas performa anak asuhnya dan kemenangan ini ketika bertemu awak media. Ia melihat apa yang terjadi di lapangan pada pertandingan tersebut sudah sesuai dengan keinginannya.
Baca Juga: Lepas João Felix Ke AC Milan, Chelsea Dapatkan Pengganti
“Para pemain menerima apa yang kami inginkan, mereka cerdas dan saya senang, khususnya setelah gol kedua datang usai merebut bola dengan cepat di tengah. Itu sesuatu yang kami latihankan, jadi saya puas,” katanya kepada Sport Mediaset.
“Saya belum lihat kesamaan dengan Porto, tapi kami berusaha untuk menjadi lebih padat, lebih agresif, tidak membiarkan lawan masuk ke sepertiga akhir kami terlalu sering.”
“Kami belum sampai di situ, tapi dengan pemain yang tiba di bursa transfer kemarin, karakteristik mereka membuat saya jadi nyaman untuk menuju permainan yang saya suka, termasuk dengan dua striker dan keseimbangan yang tepat. Bukan cuma mencetak gol, tetapi juga tidak kebobolan,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Conceicao juga berbicara soal performa Rafael Leao. Ia berharap sang bintang lebih melibatkan diri dalam permainan kolektif dan berkorban untuk membantu tim meraih kemenangan.
“Dia punya kualitas yang luar biasa dan karakteristik, dia harus sadar bahwa bola di kakinya sangat penting, tapi juga harus bekerja ketika tidak menguasai bola. Dia harus paham bahwa dia adalah bagian dari tim, bagian dari kolektif, dan itu yang harus dia kerjakan setiap waktu untuk tim,” tandasnya.
(Sport Mediaset)