
Sumber: Instagram @acmilan
SABANEWSID.com – Aksi Olivier Giroud di bawah mistar gawang bukan satu-satunya momen menarik dalam laga lanjutan Serie A antara AC Milan melawan Genoa akhir pekan kemarin. Ada juga momen kontroversi yang melibatkan satu-satunya gol di laga ini.
AC Milan datang ke markas Genoa, Stadio Luigi Ferraris, hari Minggu (8/10/2023) kemarin dengan membawa misi meraih tiga poin. Misi tersebut berhasil diselesaikan, di mana Milan keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.
Gol tersebut dicetak Christian Pulisic ketika waktu normal tinggal menyisakan tiga menit. Ya, perlu perjuangan ekstra keras buat Rossoneri mendapatkan gol ini. Sebab Genoa bermain cukup rapat sepanjang pertandingan.
Lalu, menjelang pertandingan berakhir, wasit mengeluarkan dua kartu merah untuk Josep Martinez dan Mike Maignan. Kartu merah buat nama terakhir cukup menarik, sebab bisa memaksa Giroud menjadi penjaga gawang.
Semua mata tertuju pada momen tersebut. Namun tak sedikit juga yang memandang gol Pulisic. Beberapa orang melihat pria asal Amerika Serikat itu melakukan handsball saat mengontrol bola menggunakan dadanya.
Baca juga: Jadi Kiper Dadakan AC Milan, Olivier Giroud: Saya Melakukan Penyelamatan Bagus!
Bola tampak berada di antara bagian dada dan lengan, sehingga kejadian ini memicu kontroversi. Genoa tampak berang karena wasit tidak melibatkan VAR. Tetapi ada alasan mengapa hal ini tidak dilakukan.
“Kami memperlakukan handball seperti ini dengan cara yang sama, sebab VAR hanya bisa mengintervensi ketika sudah ada kepastian,” buka pengatur wasit Gianluca Rocchi kepada DAZN soal kontroversi tersebut.
“Saya menyadari bahwa sulit untuk menerima keputusan seperti ini, sebab ada keraguan dan kami pun ragu. Tapi ketika kepastian tidak 100 persen, VAR harus menyerahkan keputusan kepada yang membuat di lapangan,” lanjutnya.
Rocci kemudian menjelaskan bahwa VAR tidak bisa melakukan intervensi hanya karena sensasi yang timbul dari kontroversi. Pada akhirnya, jika situasinya menunjukkan ketidakjelasan, keputusan harus dibuat oleh wasit.
“Teknologi ini sudah melakukan intervensi sebanyak tiga kali pada akhir pekan ini, contohnya membatalkan penalti untuk Empoli, memberikan penalti di Inter-Bologna dan membuat Juventus mendapatkan gol di Derby.”
“Jadi, bayangkan betapa teknologi ini memengaruhi hasil. Sepak bola bukan ilmu pasti. Ketika potongan gambar tidak terlihat jelas, maka kami harus menyerahkan keputusan ke mereka yang ada di lapangan.”
“Itulah mengapa kami bersikeras bahwa kami menginginkan wasit kami membuat keputusan secara langsung,” pungkas Rocchi kepada awak media.
(DAZN)