SABANEWSINDO.com – Klub-klub Serie A memilih untuk mempertahankan jumlah klub di divisi teratas Italia sebanyak 20 klub. Kepastian itu diungkapkan pihak liga pada Senin waktu Italia, merujuk pada hasil rapat pemegang saham di Milan.
Sumber: Reuters/Massimo Pinca
Hanya empat klub yang mendukung pengurangan menjadi 18 klub di Serie A, yaitu Juventus, Inter Milan, AC Milan, dan AS Roma, dan jumlah klub akan tetap sebanyak 20 klub, seperti yang terjadi sejak musim 2004-05.
Klub-klub papan atas telah mendorong pengurangan pertandingan dalam upaya mengurangi jumlah laga yang dimainkan dan meningkatkan kualitas sepak bola. Namun untuk bisa mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan mayoritas 14 suara untuk memastikan rencana tersebut terwujud.
Upaya Juve, Milan, Inter dan Roma untuk memperkecil ukuran liga dikritik oleh direktur tim lain.
“Saya pikir sikap [klub-klub tersebut] salah,” kata Urbino Kairo, presiden Torino, kepada wartawan usai pertemuan.
“Menurut saya, yang ingin mereka lakukan tampak seperti membentuk liga super.”
Baca juga: Inter Milan Diinvestigasi Karena Simone Inzaghi dan Francesco Acerbi, Kenapa?
Presiden Milan Paolo Scaroni mengusulkan pengurangan jumlah tim yang menjadi reporter sebelum pertemuan dan pemungutan suara.
“Kenyataannya, klub-klub seperti kami yang bermain di kompetisi internasional dan memiliki banyak pemain yang dipanggil tim nasional mengeluhkan terlalu banyak pertandingan,” kata Scaroni.
“Para pemain memainkan turnamen kontinental, pertandingan tim nasional, Piala Italia, dan liga. Semua ini menyebabkan beban pertandingan menjadi tidak tertahankan dan menyebabkan banyak cedera.
“Kami sudah memiliki 18 tim di liga sebelumnya. Bahkan saya juga mengingatnya pernah kompetisi diikuti 16 tim.”
Usulan reformasi liga juga disetujui, yang akan disampaikan pada Sidang Umum Luar Biasa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada Maret mendatang.
Liga Italia mendorong otonomi yang lebih besar dari FIGC, serupa dengan Liga Premier di Inggris.
“Saat ini, sistem tersebut tidak memberikan otonomi dan bobot pengambilan keputusan kepada Serie A yang seharusnya berkaitan dengan bobot ekonomi,” kata presiden Serie A Lorenzo Casini usai pertemuan klub-klub Serie A pekan lalu.
Scaroni dari Milan menambahkan pesan presiden liga pada hari Senin.
“Kami di Serie A, yang mendanai seluruh permainan sepak bola Italia, memiliki 12% kekuasaan di Federasi, sehingga menciptakan siklus frustrasi yang tiada akhir,” ujarnya.